Headlines News :

Inilah Daftar Pemimpin Kota Bandung Masa ke Masa

BANDUNG, - Sejak berdiri pada 25 September 1810, ternyata Bandung baru resmi berstatus gemeente (kota) dari Gubernur Jenderal J.B. van Heutsz pada 1 April 1906.

Sejak ditetapkannya Bandung menjadi gemeente (kota) pada tahun 1906, Kota Bandung sudah memiliki 27 pemimpin.

Wali Kota Bandung yang pertama dijabat oleh E.A. Maurenbrecher. Ia hanya
menjabat satu tahun. Berikutnya yaitu dijabat oleh R.E. Krijboom. Lalu silih berganti sejumlah tokoh memimpin Bandung. Hingga saat ini akhirnya dipimpin oleh Oded M. Danial.

Tahukah anda jika Oded merupakan Wali Kota Bandung ketiga sejak era Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dipilih langsung oleh warganya?

Oded merupakan wali kota ketiga setelah Dada Rosada (2008-2013) dan Ridwan Kamil (2013-2018).

Pada 2008, Dada Rosada terpilih kembali untuk periode keduanya setelah mencalonkan diri pada pilkada tahun 2008 dan menang suara secara mutlak.
Sedangkan pada Pilkada 2013, Ridwan Kamil yang berpasangan dengan Oded M. Danial memperoleh suara terbanyak. Saat itu, pasangan Ridwan Kamil – Oded Muhammad Danial (RIDO) unggul dari tujuh pasangan lainnya dengan meraih 45,24% suara.

Pada tahun 2018, Ridwan Kamil mencalonkan diri menjadi Gubernur Jawa Barat. Sedangkan Oded mencalonkan menjadi Wali Kota didampingi Yana Mulyana sebagai wakilnya.

Pada pemilihan wali kota tahun 2018, Oded-Yana memperoleh 634.682 suara dan ditetapkan sebagai pemenangnya. Ini menjadi sejarah bagi Kota Bandung. Pasalnya Oded menjadi Wali Kota Bandung pertama yang sebelumnya menjabat sebagai wakil.

Hingga akhirnya, Oded-Yana resmi dilantik menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung di Gedung Merdeka pada 20 September 2018. Keduanya akan memimpin Kota Bandung hingga 2023 mendatang.

Berikut daftar nama pemimpin Kota Bandung dari masa ke masa:
1. E.A. Maurenbrecher 1906-1907
2. R.E. Krijboom 1907- 1908
3. J.A. van Der En 1909-1910
4. J.J. Verwijk 1910-1912
5. C.C.B. van Vlenier 1912-1913
6. B. van Bijveld 1913-1920
7. Bertus Coops 1920-1921
8. S.A. Reitsma 1921-1928
7. Bertus Coops 1928-1934
9. J.E.A. van Volsogen Kuhrt 1934-1936
10. J.M. Wesselink 1936-1942
11. N. Beets 1942-1945
12. R.A. Atmadinata 1945-1945
13. R. Syamsoerizal 1945-1947
14. Ukar Bratakusumah 1947- 1949
15. R. Enoch 1949-1957
16. R. Priatna Kusumah 1957-1966
17. R. Didi Djukardi 1966-1968
18. R. Hidayat Sukarmadidjaja 1968-1971
19. R. Otje Djoendjoenan 1971-1976
20. H. Utju Djoenaedi 1976-1978
21. R. Husein Wangsaatmadja 1978-1983
22. H. Ateng Wahyudi 1983-1993
23. Wahyu Hamidjaja 1993-1998
24. H. AA Tarmana 1998-2003
25. H. Dada Rosada S.H., M.Si. 2003-2013
26. Mochamad Ridwan Kamil S.T., MUD 2013-2018
27. Oded M. Danial 2018-sekarang

Buka Tutup Jalan Resmi Berlaku, Tetap Dirumah Jika Tak Ada Kepentingan

BANDUNG, - Kota Bandung resmi memberlakukan buka tutup jalan di sejumah ruas jalan, Jumat 18 September 2020. Penutupan tesebut berlaku sampai 14 hari kedepan.

Kebijakan ini diambil sebagai bentuk perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Hal ini juga bagian dari berlakunya masa Adaptasi Kebiasaan Baru yang diperketat. Ruas jalan yang memberlakukan buka tutup yaitu Simpang Otista - Suniaraja s/d Otista - Asia Afrika. Mulai dari Simpang Asia Afrika - Tamblong s/d Asia Afrika - Cikapundung Barat. Mulai dari Purnawarman - Riau s/d Purnawarman – Wastukencana. Mulai dari Merdeka - Riau s/d Merdeka – Aceh dan Mulai dari Merdeka - Aceh s/d Merdeka – Jawa.

Sedangkan waktu penutupannya yaitu pada siang hari mulai Pukul 09.00 WIB s/d 11.00 WIB dilanjutkan pukul 14.00 WIB s/d 16.00 WIB.

Untuk malam hari, tetap berlaku penutupan mulai Pukul 21.00 s/d 06.00 WIB.

Sedangkan pada Sabtu malam, penutupan jalan akan berlaku juga untuk Ring 3 sampai perbatasan.

Wali Kota Bandung, Oded M. Danial menegaskan kegiatan buka tutup jalan sebagai peringatan kepada warga Bandung dan warga luar Kota Bandung, pandemi Covid-19 itu masih ada.

"Ini dalam rangka mengingatkan warga Kota Bandung dan orang yang akan datang ke kota inu, pandemi Covid-19 masih ada," katanya usai melaksanakan apel buka tutup jalan di Jalan Asia Afrika, Jumat 18 September 2020.

Menurutnya, upaya ini tidak akan menghambat roda ekonomi.

"Ini buka tutup, per dua jam. Tidak akan menggangu, tinggal memperlihatkan indentitasnya jika ingin masuk," tutur Oded.

Tak hanya kendaraan bermotor saja, Oded tegaskan sepeda pun tidak boleh melintasi jalan yang ditutup.

"Untuk semua kendaraan dan untuk sepeda tidak boleh. Filosofinya menghindari kerumunan," tegasnya.

Selain itu, Oded memastikan penegakan aturan melalui operasi yustisi pun terus berjalan.

Sementara itu, Kepolrestabes Bandung, Kombes Ulung Sampurna Jaya menyampaikan, buka tutup jalan tersebut untuk menghindari berkerumunnya warga. Oleh karenanya, ia mengimbau warga membatasi keluar rumah.

"Kalau tidak penting jangan keluar. Ini untuk menekan angka penyebaran covid," tutur Ulung.

Ia mengungkapkan, Kota Bandung juga berpotensi terkena imbas saat weekend tiba. Karena banyak warga luar kota yang masuke ke Kota Bandung.

"Terbukti sebulan lalu setiap ada weekend itu, dua hari kemudian naik. Oleh karenanya Forkopimda berupaya menekan penyebaran virus," katanya.

Kebijakan buka tutup jalan, lanjut Ulung yakni dengan per dua jam seperti ketika orang sudah masuk kerja. Setelah itu ditutup. Lalu jam istirahat sekitar pukul 11.00 WIB sampai 14.00 WIB. Setelah itu tutp kembali sampai pukul 16.00 WIB.

Sedangkan pada akhir pekan, buka tutup dilaksanakan sampai ring 3 di perbatasan.

"Ini menekan jangan sampai kena. Cimahi merah, maka Kota Bandung harus siap siaga. Pesan kami masyarakat tidak penting jangan keluar rumah," katanya.

Untuk personel, kata Ulung terdapat 400 gabungan personel tiap pos jalan yang ditutup.

"Personel itu 400 gabungan setiap jalan ditutup ada penjaga. Bagi warga yang hendak masuk tinggal tunjukan kartu identitas," ujarnya.

Ema: Tak Ada Lagi Ruang Basa-Basi

BANDUNG, - Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna menegaskan tak ada lagi ruang kompromi bagi para pelanggar protokol kesehatan. Hal itu seiring dengan berlakunya masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang diperketat.

"Jadi sekarang kita tidak lagi menyediakan ruang permisif, tidak ada lagi ruang basa basi. Ada yang melanggar, maka kita akan sanksi dan tindak dengan tegas," tutur Ema selepas Rapat Badan Anggaran DPRD Kota Bandung Pada Pembahasan RAPBD Perubahan T.A 2020 yang bertempat di Gedung DPRD Kota Bandung, Kamis 17 September 2020.

Menurut Ema, Salah satu makna dari penerapan AKB Diperketat adalah penguatan dan ketatnya Law Enforcement. Di masa ini penguatan penegakan Hukum menjadi salah satu titik tumpu yang akan terus dipertahankan.

"Jadi saya berharap semua warga mentaati protokol kesehatan dengan menggunakan masker dan tetap menjaga jarak," pinta Ema.

Ema mengungkapkan, penutupan sejumlah ruas jalan pada pagi dan malam hari yang berlaku mulai Jumat 14 September 2020 merupakan hasil koordinasi Pemerintah Kota Bandung dengan Polrestabes Bandung.

Pemkot Bandung dan Polrestabes bandung sepakat, buka-tutup jalan merupakan salah satu upaya membatasi pergerakan manusia yang dapat meminimalisir penyebaran Covid-19.

Sepeerti diketahui, pelaksanaan penutupan beberapa ruas jalan di Kota Bandung ini dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB hingga 11.00 WIB untuk siang hari. Sedangkan pukul 21.30 WIB hingga 06.00 WIB untuk malam hari.

Sejumlah ruas jalan yang bakal ditutup pada pagi dan malam hari yaitu Jalan Asia Afrika- Tamblong, Jalan Otista-Suniaraja, Jalan Purnawarman - Martadinata, Jalan Merdeka - Riau, dan Jalan Merdeka - Aceh.

"Pertimbangan bahwa sebagian besar masyarakat yang harus keluar rumah untuk bekerja dan diasumsikan telah sampai pada tempat bekerjanya masing masing. Sehingga pengendalian ruas jalan tetap dapat dilakukan lebih baik," jelas Ema.

"Sedangkan penutupan ruas jualan pada waktu malam sudah sesuai dan konsisten dengan Perwal 37 dan Perwal 46. Bahwa sebagian kegiatan usaha yang mendapatkan rekomendasi untuk relaksasi diberikan batas waktu beroperasi hingga pukul 21.00 WIB," imbuhnya.

Satgas Gabungan: Gunakan Masker Atau Tarjaring Razia

BANDUNG, - Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung masih menemukan warga yang abai menggunakan masker. Disertai edukasi, petugas terpaksa memberikan sanksi kepada warga yang tak mengenakan masker.

Hal itu seperti yang terjadi di kawasan Alun-alun dan Tegallega. Petugas gabungan dari Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Polrestabes Bandung dan Kodim 0618/BS masih mendapati warga tak bermasker.

"Masyarakat yang kedapatan tidak memakai masker langsung kita beri sanksi yang bersifat edukatif dan sanksi menengah. Seperti menyanyikan lagu kebangsaan atau push-up," ungkap Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantribum) Satpol PP Kota Bandung, Taspen Efendi saat di Jalan Asia-Afrika menjelang Jumat 18 September 2020 dini hari tadi.

Taspen menegaskan, pemberian sanksi masih akan terus dilakukan selama 14 hari ke depan. Oleh karenanya, ia berharap masyarakat bisa taat dan disiplin menggunakan masker. Hal itu merupakan cara paling mudah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Mudah-mudahan mereka paham. Boleh datang ke Kota Bandung asalkan mengikuti aturan saat ini," tuturnya.

"Kita bergerak mulai pukul 21.00 WIB hingga 24.00 WIB. Minimal tiga sampai empat lokasi per hari. Selama 14 hari ke depan kita pusatkan di tengah kota," katanya.
 
Copyright © 2016. LiputanJabar.com | Akurat Terpercaya .
Kontak Redaksi | Designed By Bang One