Headlines News :

Pangdam III/Slw Bahas Pemulihan Ekonomi Daerah di Kantor Provinsi Jawa Barat

BANDUNG - Upaya pemulihan ekonomi Daerah Provinsi Jawa Barat, Pangdam III/Slw Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, S.I.P., M.M., Q.I.A, bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, kembali melaksanakan rapat koordinasi komite yang digelar di Kantor Gubernur Jawa barat, Jalan Diponegoro No. 22 Kota Bandung, Senin (26/10/2020).

Pada kegiatan itu, Pangdam III/Siliwangi dan Gubernur Jabar bersama para pejabat Forkopimda Provinsi Jabar, menyoroti pemulihan ekonomi daerah Provinsi Jawa Barat yang terdampak pandemi  virus covid-19.

Namun, untuk hasil penanganan covid-19 di Jabar semakin hari semakin ada peningkatan kesembuhan yang signifikan dan tingkat kematian di Jabar telah terus berangsur mengalami penurunan. Sementara Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jawa Barat akibat penyebaran virus covid-19 perlu adanya penanganan yang cukup serius.

Selain Pangdam III/Slw Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, Gubernur Jawa Barat, Kapolda Jabar, hadir juga pada acara tersebut Kajati Jabar, Kabinda Jawa Barat, Sekda Jabar, PJU Kodam III/Slw, PJU Polda Jabar, PJU Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan hadir juga Ketua Komisi I DPRD Provinsi Jabar. 

Pemkot Bandung akan terus Bersihkan Aliran Air KAwasan Sukamulya

BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung akan terus membersihkan saluran air di kawasan Sukamulya Kecamatan Sukajadi. Hal itu agar dapat meminimalisir terjadinya genangan air saat hujan.

Hal itu ditegaskan Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana saat meninjau kawasan Sukamulya, Senin 26 Oktober 2020.

Menurutnya, Pemkot Bandung juga akan mencoba untuk membagi beban agar saluran air yang di kawasan Sukamulya agar tidak terlalu padat.

"Kita coba cari solusi bersama. Ini ada beban saluran yang terlalu berat. Kita coba membagi supaya beban salurannya tidak berat berbagai sungai," jelasnya.

Namun Yana berharap, masyarakat menjaga kewaspadaaanya menghadapi musim hujan ini. Salah satunya, masyarakat harus disiplin menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya.

"Mohon warga mengubah perilaku supaya disiplin tidak buang sampah ke sungai," pintanya.

Yana juga menegaskan, aparat kewilayahan harus berjibaku membersihkan saluran air agar bersih dari sampah.

"Unsur kewilayahan harus rutin membersihkan sungai," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung, Didi Ruswandi mengatakan, pihaknya kali ini fokus pada penanganan bencana. Dengan penanganan yang cepat, maka akan memperoleh solusi terbaik.

"Kalau sekarang fokus penanganan bencana. Kita butuh penanganan cepat. Jangka panjangnya itu memperbesar kapasitas resapan. Di hulu ditanam dan Midle Stream (aliran tengah) memperbanyak sumur resapan,"tuturnya.

Menurut Didi, kehadiran kolam retensi cukup baik dalam penanganan banjir.

"Efektifitasnya baik, walaupun dari segi volumenya masih kurang. Kalau lihat, cukup besar juga menaruhnya dan meredam banjir seperti di pagarsih," katanya.

Dekranasda Kota Bandung Berbagi Tips dan Trik Memajukan Ekonomi Kreatif,

BANDUNG - Dengan beragam inovasinya, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bandung telah menjadi benchmark bagi sejumlah daerah lain di Indonesia.

Hal itu terbukti dari kunjungan PKK dan Dekranasda Kota Makassar untuk menimba ilmu dan pengalaman dari Dekranasda Kota Bandung di Pendopo Kota Bandung, Senin 26 Oktober 2020.

Atas kunjungan tersebut, Ketua Harian I Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bandung, Cici Ema Sumarna mengungkapkan apresiasinya terhadap rombongan PKK dan Dekranasda Kota Makassar yang telah hadir di Kota Bandung.

Ia berharap, Kota Bandung dan Maksaar bisa bersama-sama mengembangkan potensi di masing-masing wilayahnya dan memperat ikatan batin dalam program kerjasama yang saling menguatkan.

"Dengan semangat kolaborasi dan inovasi mari kita jalin kerja sama yang lebih apik lagi untuk sama sama mengembangkan potensi yang ada," Ucap Cici saat menerima Kunjungan Kerja Ketua dan Pengurus Dekranasda Kota Makassar di Pendopo pada hari Senin 26 Oktober 2020.

Sementara itu, Ketua Harian Dekranasda Kota Bandung, Elly Wasliyah memaparkan, selama ini Dekranasda Kota Bandung mengedepankan inovasi dan kolaborasi dalam mewujudkan kreatifitas industri kerajinan.

Sehingga dapat menciptakan produk yang berkarakter unggul dan mandiri sesuai visi yang diusung oleh Dekranasda Kota Bandung.

Beberapa Program Dekranasda Kota Bandung yang telah dilaksanakan antara lain peningkatan inovasi dan kreatifitas serta keterampilan dibidang seni kerajinan bagian budaya bangsa, mengembangkan potensi industri kerajinan yang dapat menjadi sumber peningkatan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan kemampuan perajin dibidang produksi melalui pembinaan teknik produksi.

Termasuk juga peningkatan mutu dan disain produk serta manajemen usaha dan mendorong upaya pelestarian bahan baku, Meningkatkan, mempromosikan dan memasarkan hasil produk kerajinan.

Khusus di masa pandemi Covid-19, kata Elly, Dekranasda Kota Bandung tetap melaksanakan kegiatan. Di antaranya, sosialisasi fasilitasi kemitraan pelaku usaha dengan Pusat Perbelanjaan di Hotel El-Royale pada 26–27 Agustus 2020 lalu.

"Juga menggelar beragam pelatihan dan pameran. Salah satunya yaitu Pasar Kreatif Bandung 2020 di 9 pusat perbelanjaan yang melibatkan 212 pelaku usaha," ungkapnya.

"Semoga dengan berbagi informasi akan program dan kegiatan Dekranasda Kota Bandung ini, rombongan dari Makassar dapat memunculkan ide ide barunya untuk dapat diaplikasikan di Kota Makassar," harap Elly. 

Pelayanan Administrasi Kependudukan Kota Bandung Tetap Optimal

BANDUNG - Meski di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) pandemi Covid-19, Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana memastikan pelayanan publik Pemerintah Kota Bandung tetap berjalan optimal. Termasuk pelayanan kependudukan yang kini hampir seluruhnya bisa dilakukan secara online.

Hal itu yang terpantau oleh Yana saat meninjau Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Jalan Ambon, Senin, 26 Oktober 2020.

"Hanya ingin memastikan terutama yang berkaitan langsung pelayanan kepada masyatakat. Memastikan pelayanan yang diberikan baik kepada masyarakat. Barangkali harus yang ada ditingkatkan," kata Yana.

Dalam kunjungannya, Yana memberikan masukan agar di setiap loket tidak hanya ditandai dengan huruf saja. Namun juga diberi tambahan informasi tentang layanan yang diberikan di loket tersebut.

"Seperti tulisan loket A, misalkan di Loket A itu melayani apa aja. Walaupun semua sudah 'by SMS' sudah pada tahu, tapi ya tidak apa-apa ditambahkan. Biar jelas. Jadi orang lebih pasti," ujarnya.

Yana mengungkapkan hingga saat ini layanan administrasi kependudukan sangat minim mendapatkan keluhan dari masyarakat. Menghadapi pandemi Covid-19 ini, Disdukcapil Kota Bandung sudah lebih dulu siap dengan berbagai layanan online.

"Selama yang saya lihat yang langsung, tidak ada. Rasanya di media relatif sudah tidak ada yang mengeluhkan Disdukcapil. Karena alhamdulillah sudah online. Dengan online itu mengurangi interaksi di saat sekarang saat pandemi," paparnya.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kota Bandung, Popong Warliati Nuraeni menyatakan, administrasi kependudukan di Kota Bandung sudah mendekati 100 persen. Seperti perekaman e-KTP, hanya menyisakan para remaja yang menginjak usia 17 tahun di penghujung 2020 ini.

"KTP saja kita sudah 99,60 persen. Sisanya masih ada 0,40 persen atau sekitar 7 ribuan orang yang belum direkam," ungkapnya.

"Tapi ini jelas. Karena mereka rata rata itu anak yang mau 17 tahun. Paling ada orang belum direkam itu ada seidikit dan tinggal datang. Dan itu jarang karena bagaimana mau dapat pelayanan publik kalau mereka belum direkam," ucap Popong.

Popong menyebutkan, saat ini pelayanan offline lebih banyak legalisir saja. Itupun jumlahnya tak lebih dari 50 orang setiap harinya.

"Akta kelahiran kita udah 95,59 persen jadi kita sudah di atas target nasional. Akta kematian dari yang kita targetkan 12 ribu, sudah 83 persen," jelasnya. 
 
Copyright © 2016. LiputanJabar.com | Akurat Terpercaya .
Kontak Redaksi | Designed By Bang One