Headlines News :

Satpol PP Perkuat Kolaborasi dengan BIN, TNI dan Polri untuk Wujudkan Bandung Tertib dan Kondusif

BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung terus memperkuat kolaborasi lintas instansi dalam menjaga ketentraman dan ketertiban umum. Salah satunya melalui kegiatan sinkronisasi data dan penguatan koordinasi antara Satpol PP, perangkat daerah, kewilayahan, BIN, TNI, dan Polri.

Kepala Satpol PP Kota Bandung, Bambang Sukardi, mengatakan upaya menciptakan kota yang aman dan tertib tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Dibutuhkan sinergi seluruh unsur pemerintahan dan aparat keamanan agar penegakan aturan berjalan efektif.

Menurutnya, kegiatan Rapat Optimalisasi dan Sinkronisasi Penegakan Perda dan Perkada menjadi momentum untuk menyamakan persepsi serta memperkuat koordinasi antar instansi.

Selain membahas penguatan data, forum tersebut juga menjadi wadah untuk merumuskan langkah bersama dalam penyelenggaraan ketentraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat.

"Penataan kota harus dilakukan dengan tegas tetapi tetap mengedepankan pendekatan yang humanis. Tujuannya bukan sekadar menertibkan, tetapi juga memastikan ruang publik dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya untuk kepentingan masyarakat luas," ujar Bambang.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan, Fachruly, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan menyelaraskan data objek penegakan hukum daerah antara perangkat daerah teknis dan jajaran kewilayahan se-Kota Bandung.

Selain itu, kegiatan juga diarahkan untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dan badan usaha terhadap Perda, mengoptimalkan pendapatan daerah melalui validitas data perizinan dan wajib pajak, serta memperkuat kinerja operasional Satpol PP.

Sebanyak 100 peserta dari unsur perangkat daerah, kewilayahan, dan Satpol PP mengikuti kegiatan tersebut. Hadir pula sebagai narasumber Agen Intelijen Ahli Madya BIN Daerah Jawa Barat Koordinator Wilayah Bandung Raya, Sigit Mahendra, serta Kasat Binmas Polrestabes Bandung AKBP Kusno Diyantara.

Melalui kolaborasi yang semakin kuat, Pemerintah Kota Bandung berharap penegakan Perda dan Perkada dapat berjalan lebih efektif serta mampu mendukung terciptanya lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.

Uploaded Image

Bulan Belanja Bandung 2026 Digelar, Disdagin Optimistis Dongkrak Ekonomi dan UMKM

BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali menggelar Bulan Belanja Bandung (BBB) 2026 sebagai salah satu program unggulan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat daya saing usaha, serta memperluas pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Program yang memasuki tahun ketiga penyelenggaraan ini akan berlangsung sepanjang Juni hingga Agustus 2026 dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, asosiasi pusat perbelanjaan, pelaku usaha, hingga komunitas ekonomi kreatif.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, mengatakan BBB 2026 merupakan kelanjutan dari kesuksesan program serupa yang mampu mencatatkan perputaran ekonomi mencapai Rp101,07 miliar pada tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah tidak terasa kita sudah memasuki tahun ketiga pelaksanaan Bulan Belanja Bandung. Tahun ini insyaallah akan kembali terselenggara dengan rangkaian kegiatan yang lebih kolaboratif,” ujar Ronny, Kamis (4/6/2026).

Menurutnya, tujuan utama program ini adalah meningkatkan aktivitas perdagangan, memperluas akses pasar bagi UMKM, serta memperkuat branding produk-produk lokal Kota Bandung.

“Ini agenda strategis untuk menggerakkan perekonomian. Kita ingin meningkatkan daya saing pelaku usaha sekaligus memperkuat branding produk lokal Bandung,” katanya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Pasar Kreatif Bandung yang berlangsung pada 8 Juni hingga 2 Agustus 2026. Selanjutnya akan digelar Indonesia Shopping Festival (ISF) pada Agustus serta Hari Belanja Diskon Indonesia (HBDI) yang melibatkan berbagai pusat perbelanjaan dan pelaku usaha.

Sebagai puncak acara, Bandung Great Sale akan digelar pada 21–23 Agustus 2026 di kawasan Laswi Heritage dengan menghadirkan berbagai promo, produk unggulan, dan aktivitas ekonomi kreatif.

Ronny berharap rangkaian kegiatan tersebut mampu meningkatkan transaksi perdagangan, memperkuat sektor UMKM, serta menjaga tren pertumbuhan ekonomi Kota Bandung di tengah dinamika ekonomi global.

Uploaded Image

Pasar Kreatif Bandung 2026 Libatkan 339 UMKM, Dorong Produk Lokal Naik Kelas

BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung kembali menghadirkan Pasar Kreatif Bandung 2026 sebagai ajang promosi dan penguatan produk lokal. Kegiatan yang menjadi pembuka rangkaian Bulan Belanja Bandung tersebut akan melibatkan 339 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan yang telah lolos proses kurasi.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, mengatakan Pasar Kreatif Bandung akan berlangsung mulai 8 Juni hingga 2 Agustus 2026 di delapan pusat perbelanjaan di Kota Bandung.

“Pasar Kreatif Bandung akan menjadi pembuka sekaligus launching Bulan Belanja Bandung pada 8 Juni di Paris Van Java,” ujar Ronny, Kamis (4/6/2026).

Menurutnya, jumlah peserta tahun ini meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Seluruh UMKM yang terlibat telah melalui proses seleksi dan kurasi agar produk yang ditampilkan sesuai dengan karakteristik pasar di masing-masing mal.

“Ini meningkat dari tahun sebelumnya. Mereka sudah melalui proses seleksi dan kurasi agar sesuai dengan pasar di masing-masing mal,” katanya.

Ronny menjelaskan, Pasar Kreatif Bandung tidak hanya bertujuan meningkatkan transaksi penjualan, tetapi juga memperkuat branding produk lokal agar semakin dikenal masyarakat luas.

Melalui kegiatan tersebut, para pelaku UMKM diharapkan memperoleh pengalaman baru dalam memasarkan produknya di pusat perbelanjaan modern serta memperluas jaringan bisnis.

“Kita ingin UMKM naik kelas, punya pasar yang lebih luas, dan mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Pasar Kreatif Bandung akan menampilkan berbagai produk unggulan Kota Bandung, mulai dari fesyen, kriya, hingga kuliner yang menjadi kekuatan ekonomi kreatif daerah.

Uploaded Image

Farhan: Bandung Berpotensi Jadi Kota Terdepan Implementasi AI untuk Pelayanan Publik

BANDUNG – Kota Bandung terus mempersiapkan diri menghadapi era kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai Bandung memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kota terdepan dalam implementasi AI yang berorientasi pada peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Farhan saat membuka acara NGULIK (Ngobrol dan Diskusi Teknologi Informasi dan Komunikasi Data dan Statistik), Kamis (4/6/2026).

Menurutnya, forum tersebut menjadi momentum penting untuk memahami arah peta jalan AI nasional sekaligus menyusun strategi penerapan teknologi kecerdasan buatan di lingkungan Pemerintah Kota Bandung.

“Saya merasa sangat bahagia karena pada pagi hari ini kita membahas pemahaman arah peta jalan AI nasional. Ini sangat penting agar kita bisa bersama-sama menentukan implementasi strategis di lingkungan pemerintahan Kota Bandung dan warga Kota Bandung,” ujar Farhan.

Ia menjelaskan, pemanfaatan AI di sektor pemerintahan diharapkan mampu mempercepat pelayanan publik, meningkatkan kualitas pengambilan kebijakan, memperkuat efisiensi birokrasi, serta mendorong transparansi dan akuntabilitas.

Farhan menegaskan, penerapan teknologi tidak boleh sekadar mengikuti tren, tetapi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Karena itu, Pemkot Bandung berkomitmen membangun ekosistem digital yang mendukung pengembangan teknologi AI secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.

“Saatnya sekarang kita menyelesaikan the last mile of digital transformation. Mari bersama-sama membangun Bandung yang lebih maju melalui pemanfaatan teknologi yang bertanggung jawab dan berpihak kepada masyarakat,” katanya.

Dengan dukungan pemerintah pusat, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, dan masyarakat, Bandung optimistis dapat menjadi salah satu daerah yang memimpin transformasi digital berbasis AI di Indonesia.

Uploaded Image

Muhammad Farhan Ajak Semua Pihak Hormati Proses Hukum dan Fokus Bangun Bandung


BANDUNG, LiputanJabar –
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengajak seluruh pihak menghormati proses hukum yang telah berjalan dan bersama-sama kembali fokus pada agenda pembangunan Kota Bandung.

Hal itu disampaikan Farhan usai adanya keputusan Kejaksaan Negeri Kota Bandung terkait penghentian proses hukum terhadap Wakil Wali Kota Bandung.

Farhan menilai kepastian hukum menjadi hal penting agar pemerintah dapat bekerja maksimal dalam melayani masyarakat.

“Dengan adanya keputusan ini, saya berharap semua pihak dapat menghormati proses yang sudah berjalan dan bersama-sama menatap ke depan,” ujarnya Rabu 3 Juni 2026

Ia mengatakan, tantangan Kota Bandung ke depan membutuhkan kerja keras dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Menurut Farhan, energi pemerintah saat ini harus diarahkan untuk menghadirkan solusi atas berbagai persoalan kota, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memastikan pembangunan berjalan berkelanjutan.

Pemkot Bandung, lanjutnya, akan terus menjaga stabilitas pemerintahan dan memperkuat kolaborasi demi mewujudkan Kota Bandung yang lebih baik.

 
Copyright © 2016. LiputanJabar.com | Akurat Terpercaya .
Kontak Redaksi | Designed By Bang One