Headlines News :

Walikota Bandung Apresiasi Buruh dan Pengusaha Terkait UMK

BANDUNG - Wali Kota Bandung, Oded M. Danial sangat mengapresiasi para buruh dan pengusaha yang telah menyepakati besaran Upah Minimum Kota (UMK) 2021.

Lewat musyawarah di Dewan Pengupahan, buruh dan pengusaha bersama Pemerintah Kota (Bandung) Bandung bisa memutuskan dengan musyawarah mufakat.

"Kenaikannya rasional. Alhamdulillah saya mengapresiasi kepada buruh yang menyampaikan aspirasinya tidak anarkis dan sangat komunikatif," kata Oded di Pendopo Kota Bandung, Jumat 26 November 2021.

Oded mengungkapkan, para buruh memang sangat berharap ada kenaikan UMK secara proporsional. Namun di sisi pengusaha, juga berharap kenaikannya tidak terlalu besar.

Hingga akhirnya diputuskan di Dewan Pengupahan yang terdiri dari buruh, pengusaha, dan Pemkot Bandung.

"Semua diselesaikan secara musyawarah dan tidak ada deadlock. Mang Oded hanya menandatangani saja. Namun dalam putusan tersebut disertakan beberapa aspirasi buruh," jelas Oded.

Oded mengungkapkan, jauh sebelum penetapan UMK 2022, ia telah beberapa kali bertemu dengan perwakilan para buruh. Dalam sejumlah kesempatan tersebut, para buruh sering menyampaikan aspirasinya.

"Buruh sering curhat ke Mang Oded. Ini sepertinya perlu dicontoh juga oleh buruh-buruh di daerah lain," kata Oded.***

HDCI Dukung Kabangkitan UMKM, Pariwisata dan Sektor Ekonomi


DENPASAR, LiputanJabar -
Komunitas Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) yang merupakan organisasi nasional berskla global, menyatakan tekadnya untuk mendukung kebijakan pemerintah khususnya sektor ekonomi dan pariwisata serta membangkitkan sektor UMKM.

“Tujuan utama kita adalah turut mendukung pemulihan ekonomi dan pariwisata nasional, yang terpuruk akibat dampak pandemi Covid-19,” demikian diungkapkan Ketua Umum HDCI Irjen Pol Teddy Minahasa, saat pelantikan kepengurusan HDCI Pusat periode 2021-2026, di Grand Hyatt Hotel, Nusa Dua, Bali, Jumat (26/11/2021). 

Irjen Pol Teddy Minahasa menyebutkan, dipilihnya Bali sebagai tempat gelaran akbar HDCI, karena Bali merupakan salah satu daerah wisata yang mengalami keterpurukan. “Salah satu tujuannya adalah untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata, dan menunjukan bahwa Bali aman untuk dikunjungi,” ujarnya. 

Sementara itu usai pelantikan, Wakil Sekretaris Jenderal HDCI Pusat periode 2021-2026 H. Dadan Tri Yudianto, SH., MH., menyebutkan selain pelantikan pengurus pusat ada juga beberapa agenda HDCI lainnya diantaranya pelantikan pengurus cabang, commander wish, bakti sosial, pamerahan UMKM dan Indonesian Rally.

“Indonesian Rally sendiri, merupakan agenda rutin tahunan HDCI yang bertujuan untuk membangkitkan pariwisata nasional,” ujar Dadan Triyudianto saat ditemui awak media.

Dalam kesempatan itu, wasekjen yang juga Pengusaha Milenial ini menyatakan sangat siap mendukung tujuan HDCI dalam meningkatkan kembali sektor ekonomi dan pariwisata yang disampaikan Ketua HDCI Pusat Irjen Pol Teddy Minahasa.

“Sebagai pengurus dan juga anggota, tentunya saya sangat siap menjalankan dan mendukung dengan aksi nyata apa yang menjadi tujuan dan program HDCI,” tegas Dadan.

Hal senada juga disampaikan Ketua Bidang Antar Lembaga HDCI Pusat, Ruddy Iskandar Nasution, SH., yang menyebutkan dirinya sangat mendukung tujuan HDCI dalam membangkitkan kembali sektor pariwisata, dan itu harus ditunjukan dengan aksi nyata.

“Saya berharap seluruh jajaran HDCI, baik pusat maupun daerah, dapat menunjukan aksi nyatanya dalam meningkatkan sektor ekonomi dan pariwisata masing-masing,” ujar Ruddy. *

DLHK Bertekad Kurangi Pembuangan Sampah ke TPA

BANDUNG - Sebagai ibu kota Provinsi Jawa Barat dengan jumlah penduduk mencapai 2,5 juta jiwa, permasalahan sampah di Kota Bandung masih belum menemukan solusi yang maksimal.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung mencatat, setiap hari jumlah timbulan sampah mencapai 1.600 ton per hari. Dengan rincian 82 persennya diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Kepala Seksi Kerja Sama Teknis Operasional DLHK Kota Bandung, Deti Yulianti mengaku terus berusaha agar jumlah sampah yang diangkut ke TPA semakin kecil.

Targetnya, tahun depan hanya terbuang sebanyak 70 persen dari total sampah yang ada.

Ia menerangkan, kondisi TPA Sarimukti yang sudah tidak lagi memiliki kapasitas untuk menampung sampah. Sehingga nantinya sampah akan diangkut ke TPPAS Legok Nangka. Di sana, Kota Bandung dituntut untuk mengurangi pengangkutan sampah sebanyak 24 persen.

"Targetnya adalah mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA, minimal turun dari 80 ke 70 persen caranya lewat sampah yang diolah dan mengembangkan kawasan bebas sampah skala kelurahan," ungkapnya dalam Bandung Menjawab di Taman Dewi Sartika, Kamis 25 November 2021.

"Kalau Kota Bandung tidak bisa mengurangi sampah maka potensi kota lautan sampah bisa saja terjadi," imbuhnya.

Deti menuturkan, saat ini penanganan sampah di Kota Bandung terdiri dari penyapuan jalan, pengangkutan sampah ke TPA, serta pemilahan dan pengolahan sampah di sumber sampah maupun di Tempat Penampungan Sementara (TPS).

"Sekarang sudah ada 60 RW yang melakukan sistem pemilahan sampah, tapi kita masih punya PR banyak sekali," terangnya.

Sehingga untuk mengurangi volume sampah demi terwujudnya kota bersih, di tahun 2022 DLHK Kota Bandung akan kembali melanjutkan program-program yang tertunda akibat pandemi covid-19.

"Seperti membangkitkan kembali Bank Sampah yang kemarin sempat terhenti. Kita dorong untuk mengaktifkan kembali," paparnya.

Kemudian DLHK akan mendorong kawasan bebas sampah (KBS) hadir di 60 kelurahan. Dengan begitu Deti meyakini permasalahan sampah sedikit demi sedikit akan mulai teratasi.

"Kita mendorong tahun depan agar setiap kelurahan minimal 40 persen kelurahan kawasan bebas sampah dengan ketaatan milah sampah 60 persen," tuturnya.

Selain itu, DLHK akan terus berupaya mengubah perilaku masyarakat untuk mau memilah sampah mulai dari pintu rumahnya. Sebab permasalahan sampah bukan hanya tanggung jawab DLHK, tetapi semua masyarakat.

"Targetnya adalah mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA, kita dorong juga perubahan perilaku masyarakat untuk tidak menggunakan barang sekali pakai seperti kantong plastik, botol minuman," ujarnya.

"Jangan sampai Kota Bandung jadi kota lautan sampah. Pokoknya Bandung kudu bersih," tegasnya.

***

DPKP Kota Bandung Wujudkan Komitmen RW dan Taman Ramah Disabilitas

BANDUNG -- Komitmen Oded M. Danial dan Yana Mulyana untuk mewujudkan janji politik dalam menghadirkan fasilitas publik yang terdesentralisasi dan ramah disabilitas tetap diupayakan. Yakni menghadirkan taman RW dan taman ramah disabilitas.

Kepala Bidang Pertamanan pada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung, Rikke Siti Fatimah menuturkan, hingga tahun 2020 lalu sudah ada 240 taman RW yang dibangun. Penambahan sebanyak 21 taman bakal hadir di 2021 ini.

"Tahun depan taman RW ini sudah ada 70 lokasi usulan dari warga melalui Musrenbang dan reses. Mudah-mudahan tidak dirasionalisasi anggarannya bisa terealisasi," ucap Rikke di Taman Dewi Sartika, Kamis, 25 November 2021.

Di samping anggaran, Rikke menuturkan, tantangan untuk menghadirkan taman RW ini juga terkait sejumlah persyaratan untuk bisa mengeksekusi pembangunannya. Yakni, lahan tersebut merupakan lahan aset milik Pemkot Bandung.

"Ini terkait ketertiban administrasi penganggaran juga. Memang banyak warga yang menghibahkan tapi tidak bisa cukup dengan lisan, karena takutnya nanti ahli waris menggugat. Jadi memang ada mekanismenya harus tercatat di aset Pemkot Bandung. Kalau di PSU (Prasarana Sarana Utilitas Umum) perumahan juga sama harus diserahkan dulu kepada Pemkot Bandung," bebernya.

Syarat lainnya yang cukup krusial, Rikke menyebutkan, areal untuk pembuatan taman RW ini setidaknya memiliki luas minimal 100 meter persegi. Hal ini agar bisa membuat sejumlah fasilitas publik yang komplit untuk semua kalangan usia.

"Karen di dalamnya itu bisa dibuat arena bermain, juga bisa mengakomodir aktivitas masyarakat. Misalkan untuk senam atau terapi. Bisa juga mungkin disediakan gazebo," jelasnya.

Selain pembuatan taman RW, Rikke menuturkan, pihaknya juga terus mengejar membuat fasilitas ramah disabilitas. Pada tahun 2021, ditargetkan 10 taman bisa dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang mudah diakses oleh warga difabel.

Rikke menuturkan, pada 2019 silam target pembuatan fasilitas disabilitas di 8 taman telah ditunaikan. Namun pada 2020 lalu pihaknya terpaksa hanya bisa menuntaskan di 4 taman dari 10 taman yang ditargetkan. Hal itu karena terkena dampak rasionalisasi anggaran untuk penanganan Covid-19.

"Tahun ini kembali kita prioritaskan dengan target di 10 taman. Sekarang baru dua dan sisanya 8 taman di akhir tahun. Dari mulai ramp, railing sama jalur sirkulasi kursi roda," terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perumahan DPKP Kota Bandung, Nunun Yanuati mengaku terus mengawal untuk dua program penambahan perumahan dan kawasan permukiman.

"Pengembangan perumahan ada dua kegiatan. Salah satunya pembangunan apartemen rakyat, ada di Tamansari dan Rancacili. Untuk permukiman, kita ada perbaikan rutilahu, ada dari APBD, APBN, dana alokasi khusus atau bantuan gubernur dari pemerintah provinsi," kata Nunun.

Pemkot Bandung Luncurkan Calendar of Event 2022

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) luncurkan Calender of Event 2022. Sebanyak 78 acara siap digelar sepanjang tahun guna mendongkrak pariwisata Kota Bandung pasca terdampak pandemi Covid-19.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna menuturkan, sekalipun tujuan wisatawan ke wilayah kabupaten kota di Bandung Raya, namun Kota Bandung tetap menjadi magnet sebagai tempat menginap. Bahkan, urusan kuliner dan belanjanya justru menjadi tujuan utama. 

Ema berharap, beragam acara ini mampu menjadi tonggak meningkatkan perekonomian melalui sektor pariwisata. Sebab, Kota Bandung tidak memiliki destinasi wisata alam. Namun potensi Sumber Daya Manusia (SDM) melalui beragam kreativitasnya menjadi kekuatan tersendiri. 

"Harapannya, apa yang kita rencanakan Allah berikan kemudahan dan kelancaran. Bisa terealisasi seiring membaiknya beberapa hal terutama mengenai masalah pandemi Covid-19," ucap Ema setelah peluncuran Bandung Calender of Event 2022 di Grand Ballroom el Royale Hotel, Rabu, 24 November 2021. 

Ema menjelaskan, dengan terselenggaranya beragam acara tersebut akan memberikan 'multiplier effect' diluar pariwisata. Seperti pada penambahan penghasilan UMKM, penyerapan tenaga kerja, peningkatan omzet ataupun okupansi hotel. Semua itu akan berpengaruh pada raihan pendapatan pajak.

"Kalau pariwisata hidup, ekonomi Kota Bandung luar biasa. Kalau itu menghasilkan PAD (pendapatan asli daerah), kita bisa membangun lebih leluasa. Toh rakyat juga yang akan menikmatinya," ujarnya.

Meski begitu, Ema tetap mengingatkan bahwa protokol kesehatan tetap menjadi prioritas utama. Jangan sampai hanya fokus menjalankan sektor pariwisata namun lalai menjaga kedisiplinan protokol kesehatan (prokes).

Ema menilai, dari sejumlah indikator di Kota Bandung, pandemi Covid-19 cukup terkendali. Pola hidup normal baru dengan menerapkan 5M harus menjadi pedoman. Semua pihak harus berkomitmen menjalankannya guna mengantisipasi agar tidak muncul gelombang ketiga.

"Terpenting prokesnya terkendali. Apalagi pandeminya semakin membaik. Bandung masuk level 1 itu harapan kita semua. Makanya semua harus disiplin prokes. Lebih baik kita waspada daripada kejadian, ripuh," ungkapnya.

Lebih lanjut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Dewi Kaniasari mengatakan, 78 acara tersebut hasil proses kurasi. Kemudian dibuatkan sepuluh besar acara sebagai andalan pada 2022 mendatang.

Kesepuluh besar acara tersebut di antaranya, Keukeun Bandung, Bandung Independent Film Fest, Bandung Run 2022, Bandung Photography Month, International Photography and Short Movie (ipsm) Festival, Ganesha Film Festival, Hari Tari Sedunia, Absolute Drumfest, dan World Music Contest "sora III" Journey Is Life

"Kita juga buat acara Bandung Kota Angklung. Kami berinisiatif karena Bandung sudah ada ekosistemnya. Mulai dari pengrajinnya, ada prodinya di ISBI dan pelaku atau senimannya di Kota Bandung. Akhirnya kami percaya diri tahun depan mendeklarasikan bahwa Bandung Kota Angklung," kata perempuan yang akrab disapa Kenny ini.

Kenny menyebutkan, dalam satu bulan setidaknya ada dua cara yang diselenggarakan. Dengan agenda yang berkesinambungan ini diharapkan menjadi daya tarik bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

"Dalam rangka memperkenalkan Kota Bandung dan memberitahu bahwa masyarakatnya tetap kreatif dan produktif meskipun di tengah pandemi. Makanya temanya adalah inovatif, smart dan kreatif," terangnya.

Ia juga mengaku sudah bekerja sama dengan Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) untuk menyediakan paket wisata di Kota Bandung. 

"Mudah-mudahan kalau tahun depan pandemi sudah biasa lagi, wisatawan bisa menetap lebih lama. Tapi tetap menyesuaikan dengan pandemi kit dan secara hybrid. Ada offline tapi tetap diadakan online," katanya. 
 
Copyright © 2016. LiputanJabar.com | Akurat Terpercaya .
Kontak Redaksi | Designed By Bang One