Headlines News :
Home » » Tebar Cinta Akhiri AIDS, Mahasiswa Agen Perubahan Penanggulangan HIV AIDS

Tebar Cinta Akhiri AIDS, Mahasiswa Agen Perubahan Penanggulangan HIV AIDS

Written By Liputan Jabar on Kamis, 22 Januari 2026 | Kamis, Januari 22, 2026




BANDUNG
- Upaya penanggulangan HIV dan AIDS di Kota Bandung terus diperkuat melalui peran aktif generasi muda. Salah satunya diwujudkan dalam kegiatan Tebar Cinta Akhiri AIDS: Peran dan Tantangan Generasi Muda dalam Penanggulangan HIV dan AIDS di Kota Bandung yang digelar di Kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Kamis, 22 Januari 2026.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Baznas Kota Bandung bekerja sama dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung dan Pemerintah Kota Bandung ini diikuti oleh mahasiswa sebagai sasaran utama sosialisasi dan edukasi kesehatan terkait HIV dan AIDS.

Ketua Baznas Kota Bandung, Akhmad Roziqin menyebut, isu kesehatan masyarakat, termasuk HIV dan AIDS, merupakan bagian dari mandat utama Baznas. 

Menurutnya, Baznas memiliki tanggung jawab dalam pemenuhan lima kebutuhan dasar masyarakat, yakni kesehatan, agama, sosial kemanusiaan, ekonomi, dan pendidikan.

"Urusan kesehatan masyarakat Kota Bandung adalah prioritas bagi Baznas. Dana yang digunakan pun berasal dari masyarakat Kota Bandung dan dikembalikan lagi untuk kemaslahatan warga Kota Bandung," ujarnya 

Rozikin menjelaskan, program Tebar Cinta Akhiri AIDS telah digagas dan dijalankan bersama KPA Kota Bandung selama lebih dari satu tahun. 

Program ini akan terus berlanjut karena persoalan HIV, AIDS, TBC, dan malaria masih menjadi tantangan nyata dalam kehidupan masyarakat.

Dalam bidang kesehatan, lanjutnya, Baznas fokus pada empat pendekatan, yakni preventif, kuratif, rehabilitatif, dan promotif. Kegiatan di UIN SGD Bandung ini difokuskan pada aspek promotif melalui peningkatan kesadaran dan pemahaman generasi muda.

"Mahasiswa diharapkan tidak hanya paham, tetapi juga memiliki empati serta tidak melakukan stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV dan AIDS. Pencegahan dan sikap saling menghargai harus berjalan beriringan," katanya.

Sementara itu, Plt. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bandung, Dadan Mulyana Kosasih, yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung menyampaikan, penanggulangan HIV dan AIDS membutuhkan kolaborasi lintas sektor, tidak cukup hanya dari sisi medis.

Ia memaparkan, kondisi HIV di Kota Bandung saat ini berada pada fase terkontrol dengan tren pengendalian yang positif, meskipun belum sepenuhnya stabil. 

Pada tahun 2025, sekitar 80 persen orang dengan HIV di Kota Bandung telah mengetahui statusnya, sementara 63 persen menjalani pengobatan dan 45 persen telah mencapai viral load tersupresi.

"Target utama adalah mencapai 95-95-95 pada 2030, yaitu 95% ODHIV mengetahui statusnya, 95% dari mereka menjalani pengobatan, dan 95% dari yang diobati mencapai supresi virus masih menjadi tantangan. Salah satunya dipengaruhi oleh kepatuhan pengobatan dan kendala pemeriksaan viral load," ujarnya.

Selain itu, jumlah tes HIV di fasilitas kesehatan Kota Bandung terus meningkat sebagai indikator kesadaran masyarakat. 

Hingga November 2025, tercatat lebih dari 100 ribu tes HIV telah dilakukan dengan tingkat positivitas sekitar 1,04 persen, dan mayoritas kasus ditemukan pada kelompok usia produktif 20–49 tahun.

Melalui kegiatan Tebar Cinta Akhiri AIDS, Dinas Kesehatan Kota Bandung berharap mahasiswa dapat menjadi agen perubahan dan duta informasi yang menyebarkan pemahaman yang benar mengenai HIV dan AIDS di lingkungan kampus maupun masyarakat.

"Kolaborasi pentahelix antara pemerintah, akademisi, komunitas, dunia usaha, media, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun Kota Bandung yang sehat dan berdaya," pungkasnya.
Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016. LiputanJabar.com | Akurat Terpercaya .
Kontak Redaksi | Designed By Bang One