Headlines News :

Pj Sekda Jabar Apresiasi Prestasi dan Inovasi Disdik Jabar


BANDUNG, LiputanJabar –
Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar) menggelar Forum Perangkat Daerah Disdik Jabar di Mercure Setiabudi Kota Bandung, Rabu (21/2/2024). Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Taufiq Budi Santoso. 

Pj. Sekda Jabar, Taufiq Budi Santoso mengapresiasi beragam prestasi dan inovasi yang telah diraih oleh Disdik Jabar, baik melalui prestasi guru dan siswa, inovasi pelayanan, dan juga peningkatan mutu pendidikan di Jabar. 

Ia menjelaskan, tantangan bidang pendidikan ke depan antara lain pelaksanaan proses perencanaan ketersediaan jumlah pendidikan dan tenaga kependidikan, jumlah sekolah dan sarana, optimalisasi pelayanan serta kesesuaian lulusan pendidikan menengah dan tinggi. 

Sedangkan Kadisdik Jabar, Wahyu Mijaya mengatakan, forum ini dirangkaikan dengan menghadirkan prestasi dan inovasi yang dilakukan oleh peserta didik, guru, dan satuan pendidikan. Beberapa prestasi ditampilkan di panggung utama dan dihadirkan dalam bentuk pameran. 

“Prestasi yang hadir di sini adalah sebuah cuplikan, begitu yakinnya kita pada potensi yang dimiliki. Lebih dari 100 prestasi telah diraih oleh siswa dan guru kita di kancah nasional dan internasional pada tahun lalu,” ungkapnya.

Sehingga, hal tersebut harus mendorong seluruh stakeholder pendidikan untuk siap menghadapi berbagai tantangan ke depan.

Forum ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar, Abdul Hadi Wijaya dan seluruh Kepala Dinas Pendidikan kabupaten/kota se-Jabar.

***

SMKN 8 Bandung Sukses Gelar Edufair dan Bazar SPW


BANDUNG, LiputanJabar –
SMKN 8 Bandung menyelenggarakan acara Edufair dan Bazar SPW (Sekolah Pencetak Wirausaha), dengan sukses pada hari Selasa, 20 Februari 2024. Acara yang diadakan di lingkungan sekolah diikuti oleh seluruh siswa kelas XII SMKN 8, siswa dan siswi dari SMA/SMK yang berada di wilayah Kecamatan Lengkong, dan beberapa perguruan tinggi swasta dan Lembaga Pendidikan di wilayah Kota Bandung.

Edufair SMKN 8 Bandung menampilkan stand-stand dari perguruan tinggi dan juga pemaparan mengenai informasi dari masing-masing perguruan tinggi. “Semoga dengan kegiatan edufair ini bisa memberikan pencerahan kepada anak-anak terutama tentang pemetaan karir yang berhubungan dengan upgrading mereka untuk belajar di perguruan tinggi maupun magang di luar negeri,” kata Kepala Sekolah SMKN 8 Bandung, Bapak Agus Nugroho, S.Pd., M.T.

Sementara itu, Bazar SPW pun tak kalah menjadi pusat perhatian dengan berbagai stand usaha siswa kelas XI SMKN 8. Mereka menawarkan produk mulai dari kerajinan / aksesoris sepeda motor, produk fashion, serta kuliner.

Acara ini tidak hanya memberikan wawasan bagi siswa mengenai perguruan tinggi, tetapi juga memberikan mereka peluang sebagai wirausaha. “Dengan adanya bazar SPW mudah-mudahan siswa mempunyai pilihan kebekerjaan yang lain. Selain bekerja di industri, mereka juga bisa mengembangkan minat mereka untuk berwirausaha,” ungkap Bapak Agus Nugroho, S.Pd., M.T.

Edufair dan Bazar SPW SMKN 8 Bandung menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam menghasilkan generasi muda yang kreatif, inovatif, dan siap bersaing di dunia nyata.

***


Peluang Bekerja di Luar Negeri Terbuka Bagi Lulusan SMK Bahagia


BANDUNG, LiputanJabar -
Peluang bekerja di luar negeri, khususnya bagi lulusan SMK pada era globalisasi ini sangat terbuka lebar.

Apalagi dengan gaji dan fasilitas kesejahteraan yang menggiurkan.

Namun tidak serta merta begitu saja bisa bekerja ke luar negeri, ada keahlian, kecakapan serta syarat yang mesti dipenuhi.

SMK Bahagia Kota Bandung, salah satu yang gencar melakukan kerja sama luar negeri. Bagi siswanya setelah lulus dari SMK Bahagia, bisa langsung bekerja di luar negeri.

Kepala SMK Bahagia Jojo Sudarjo, SE., mengatakan hal tersebut berkaca kepada keunggulan SMK Bahagia, serta sarana prasarana yang dimiliki.

“Siswa kami diberi kemampuan berbahasa Inggris dan Jepang, sejak duduk di bangku kelas X,” kata Jojo, di SMK Bahagia, Jalan Kliningan Kota Bandung, Selasa (20/2/2024).

Pematerinya guru dan native speaker dari dalam serta luar negeri. Dari keterangan Jojo pengajar native speaker bahasa Inggris berasal dari Rusia, Tajikistan, Amerika Serikat dan Ekuador.

Sedangkan untuk bahasa Jepang langsung orang Jepang asli. Mereka mengajar menjadi native speaker selama satu tahun.

“Tahun ini sedang proses, dan akan dilakukan secara online,” kata Jojo yang aktif di Pengurus MKK SMK Kota Bandung.

Lanjutnya kerja sama luar negeri ini dilakukan dengan berbagai negara seperti Turki dan Polandia. Nantinya akan ditempatkan pada bidang pariwisata, perhotelan, tata boga dan engineering sesuai dengan kompetensi siswa SMK Bahagia.

Di samping itu kerja sama dengan pihak Jerman dan Kanada untuk program magang kerja sambil kuliah.

Saat ditanya alasan memilih negara tersebut? Dijelaskan Jojo, sebagai pintu masuk bekerja di Eropa, khususnya melalui Turki.

“Mereka nantinya akan digaji sekitar Rp 8 sampai Rp 10 juta. Itu belum termasuk fasilitas lembur dan lainnya,” ungkap Jojo yang sudah menjadi Kepala SMK Bahagia, sejak tahun 2013.

Sedangkan untuk bekerja ke Negara Sakura Jepang, sudah ada alumninya yang bekerja di sana.

Keunggulan lainnya, kata Jojo SMK Bahagia satu-satunya sekolah yang bekerja sama dengan Hotel Meriot Internasional.

Lalu siswanya ada yang pernah mengikuti perlombaan bahasa Inggris tingkat Asia. Di samping itu pernah menjadi penyelenggara kejuaraan bahasa Inggris se-Asia untuk tingkat SD, SMP, SMA, SMK sederajat. Diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai negara.

Sekedar diketahui SMK Bahagia merupakan sekolah yang dimiliki oleh H. Mumun, pemilik Hotel Sebelas, Hotel Lodaya, Hotel Daun Sebelas Pangalengan dan Wisma Bahagia.

Antusiasme Warga Tinggi, Ini Strategi Disdagin Antisipasi Antrean di Operasi Pasar Beras

BANDUNG - Operasi Pasar Beras Medium SPHP dan Pasar Murah di beberapa Kecamatana mengundang antusias masyarakat begitu besar pada dua hari pelaksaannya. Sejak pagi, masyarakat sudah mengantre untuk mendapatkan beras yang dibanderol Rp53.000 per 5 kilogram ini.

Untuk mengantisipasi terjadinya antrean, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung akan mengevaluasi pola pendistribusian dengan melakukan pendistribusian beras ke Kelurahan untuk memecah antrean.

Plt. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin mengatakan, antusiasme masyarakat dalam operasi pasar Beras Medium SPHP sangat tinggi sehingga mengakibatkan beberapa antrean yang cukup panjang.

Untuk itu, ia mengaku telah mengevalusi bersama Bulog dan camat terkait pola pendistribusian agar antrean masyarakat tidak terlalu membludak. 

Ronny menyebut, untuk mencegah penumpukan masyarakat, Disdagin akan mendistribusikan beras ke Kelurahan untuk memecah antrean. 

Hal tersebut akan dilakukan pada pelaksanaan Operasi Pasar Beras Medium di Kecamatan Sukajadi, Gedebage dan Bandung Kidul yang akan digelar Rabu, 21 Februari 2024 besok.

"Kita fokus pada tiga kecamatan besok, selanjutnya sama polanya. Kita sudah koordinasi dengan Camat Sukajadi, Gedebage dan Bandung Kidul. Polanya kita akan sebarkan ke kelurahan-kelurahan," kata Ronny, Selasa 20 Februari 2024.

Secara teknis, kata Ronny, beras medium tersebut akan di drop ke Kecamatan, lalu pihak kewilayahan menyebarkan ke kelurahan. 

"Jadi tidak ada satu titik penumpukan Operasi Pasar Beras Medium. Jadi nanti di Kelurahan ada pendistribusian Operasi Pasar Beras Medium," ujarnya.

Selain itu, untuk memperlancar dan mempercepat transaksi kasirnya pun akan ditambah sehingga tidak akan terjadi lagi penumpukan saat pembayaran.

"Yang paling utama, kasirnya harus banyak. Nanti di kelurahan pun kasirnya agak banyak biar tidak terjadi penumpukan antrean," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia berharap pelaksanaan Operasi Pasar Beras Medium SPHP dapat berjalan lancar serta masyarakat diimbau untuk tidak melakukan panic buying.

Sebagai informasi, Kegiatan Operasi Pasar Beras Medium Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) dan Pasar Murah ini digelar di 30 Kecamatan mulai 19 Februari - 1 Maret 2024.

Kegiatan ini didukung oleh Bulog, Pertamina, Wilmar, CV. Bagus, Distanhorti Provinsi Jawa Barat, Zibyfarm, Prima Freshmart, Petani Cabe, Triarta, SJU dan Toko Ritel Modern yang tergabung dalam APRINDO DPC Kota Bandung yaitu Borma, Yogya Group, Lotte Grosir, Superindo, Prama, Lotte Mart, Transmart, Hypermart, Hyfresh, Yomart, Alfamart, Indomaret dan Amanda Mart.

Kegiatan Pasar Murah terbuka untuk umum, tetapi untuk Operasi Pasar Beras Medium Wargi Bandung diwajibkan menunjukan KTP sesuai dengan domisili Kecamatan pelaksanaan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal kegiatan Operasi Pasar Beras Medium Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) dan Pasar Murah, anda bisa langsung memantaunya melalui instagram @bdg.perdaganganindustri atau @humas_bandung

Mau Kuliner Murah di Bandung, ke Food Street Malabar

BANDUNG - Ingin cemal - cemil atau makan berat tanpa harus menguras kantong? Yuk datang ke Street Food Valkenet Malabar. Tepatnya di Jalan Malabar, seputaran Taman Pers Malabar, Kecamatan Lengkong Kota Bandung.

Kawasan kuliner tersebut merupakan binaan dari Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Pedagang Kaki Lima (PKL) Kota Bandung. Kawasan ini masuk dalam zona hijau. 

Terdapat 18 tenan yang menyediakan segala jenis kuliner. Mulai dari empal gentong, sate, lotek, bebek goreng, soto, ayam penyet hingga minuman kelapa muda.

Kawasan Kuliner Valkenet Malabar pun meraih penghargaan pada perlehatan Islamic Entrepreneur Marketing Regional Award 2023 pada kategori makanan dan minuman halal tingkat kota. 

Salah satu pengunjung, Grani Agustina, mengaku sering makan di kawasan tersebut karena banyak pilihan makanan yang bisa ia cicipi sesuai dengan seleranya. 

"Sering makan di sini, makanan favorit sih baso," ujarnya. 

Menurutnya, Street Food Valkenet Malabar cukup bersih dan nyaman. Sehingga pengunjung bisa lebih menikmati makanan ditambah suasanya taman yang asri. 

"Lebih bersih, rapi dan, nyaman. Kalau bisa lebih diperbanyak tempat makannya," ujarnya. 

Senada dengan Grani, pengunjung lainnya Nida pun mengakui jika kuliner di kawasan tersebut cukup beragam.

"Saya sering makan di sini. Nyaman dan harganya terjangkau," tegasnya. 

Sementara itu, Pedagang Bebek Kawasan Kuliner Malaber, Nuraeni Fitriani mengungkapkan, usai kawasan tersebut ditata menjadi lebih nyaman. Hal iti berdampak positif terhadap pendapatan para pedagang. 

"Sekarang lebih bagus juga nyaman. Alhamdulillah sehari bisa menjual 30-40 porsi," ujarnya. 

Nuraeni berharap bisa lebih ramai pengunjung di kawasan tersebut. 

"Lebih maju banyak pengunjung juga, disini fasilitasnya sudah cukup, buat cas handphone ada. Lumayan lengkap, "tuturnya. 

Sementara itu, Ketua Forum PKL Juara, Jeffry H. Mantik mengatakan, di kawasan tersebut di dominasi makanan berat. 

"Kita menyediakan kebanyakan itu makanan berat, seperti ayam penyet, empat gentong, sate dan soto. Minuman ada juga jus dan kelapa muda," ungkapnya. 

Jeffry mengatakan, dalam waktu dekat ini akan menghadapi bulan ramadan. Rencana awal minggu itu libur dan di antara minggu ke-2 atau ke-3 buka mulai siang hingga menjelang buka puasa. 

"Bulan puasa itu buka, kita ambil setengah hari. Karena untuk menghargai yang berpuasa," katanya. 
 
Copyright © 2016. LiputanJabar.com | Akurat Terpercaya .
Kontak Redaksi | Designed By Bang One