Headlines News :

Musres ke III, Freddy Terpilih Kembali Sebagai Ketua Resort Gibas Kota Bandung

 



BANDUNG, LiputanJabar –
  Ketua Umum DPP Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (Gibas) Roni Romdhoni , SH  melantik Ketua dan pengurus  Resort Gibas Kota Bandung periode 2021-2026 di Newton Hotel Jalan LLRE Martadinata No 223 Bandung, Rabu 1 Desember 2021.

Pelantikan dihadiri Kepala Bakesbangpol Kota Bandung Bambang Sukardi, unsur Forkopimda kota Bandung, perwakilan ormas dan OKP se-kota Bandung, para sesepuh, penasehat serta ratusan anggota Gibas Kota Bandung.

Dalam sambutannya, Roni berharap, kepengurusan yang baru saja dilantik dapat membawa kemajuan bagi organisasi Gibas kedepan.

“ Saya berharap pengurus yang baru ini dapat membuat perubahan serta kemajuan untuk organisasi serta dapat meningkatkan kesejahteraan bagi anggota,” kata Roni.

Ditambahkan Roni, Gibas harus memberi warna terhadap proses perubahan dan dinamika yang berkembang saat ini. 


“ Gibas  harus mampu mengambil peran dalam setiap arus perubahan dan dinamika zaman. Sehingga kehadiran Gibas di tengah-tengah masyarakat dapat membawa manfaat dan kemaslahatan bagi masyarakat,” ucapnya.

Senada dengan itu, ketua Resort Gibas Kota Bandung, Fredy B Sirait menambahkan,  di tengah situasi pandemi seperti saat ini, anggota Gibas harus mampu mandiri serta memberi manfaat untuk masyarakat.

Fredy mengatakan,  kehadiran Gibas di kota Bandung sedikit banyaknya telah memberi sungbangsih terhadap kondusfitas dan  kamtibmas di kota Bandung.  Selain itu, Gibas juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakat.

“ Ormas gibas sedikit banyaknya telah memberikan kontribusi yang tidak sedikit terhadap keamanan, kenyamanan dan ketentraman masyarakat.  Disisi lain, dalam hal sosial kemasyarakatan, Gibas selalu aktif membantu warga yang membutuhkan uluran tangan,” kata Freddy.

Demikian pula, kata  Freddy, dalam sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Kota Bandung, ormas gibas selalu aktif di masyarakat dalam membangun wilayahnya masing-masing, baik itu melalui sumbangsih pikiran, waktu dan tenaga.

“Yang tak kalah pentingnya GIBAS juga tutur menjaga dan melestarikan seni budaya yang ada di Jawa Barat melalui berbagai kegiatan yang digelar sepanjang 20 tahun kiprahnya di masyarakat, termasuk merangkul masyarakat  dalam  kegiatan yang positif," ujarnya.

Musyawarah Resort ke-III

Ditempat yang sama, ketua panitia Musres ke-III Gubas Kota Bandung Ahmad Syukri menambahkan, kegiatan pelantikan itu merupakan rangkaian dari kegiatan Musres yang dilakukan sebelumnya.

Ia menjelaskan, kegiatan Musres berlangsung selama 2 hari, yakni tanggal 30 Nopember dan tanggal 1 Dsember 2021.

“ Tanggal 30 Nopember pembukaan dan dilanjut dengan pelantikan tanggal 1 Desember 2021,” kata Ahmad.

Sedangkan pelaksanan Musres yang  digabung dengan pelantikan itu, kata dia, dikarenakan sejak awal panitia hanya  menerima satu berkas bakal calon yang mendaftar, yakni atas nama Freddy B Sirait Sh, MH.

“Sehingga dalam mmsures dipastikan akan aklamasi. Makanya panitia  langsung membuat permohonan untuk pelantikan kepada ketua umum,” katanya.

“ Alhamdulillah pelantikan bisa dipercepat. Sehingga tidak  dapat menghemat biaya dan waktu,” tutupnya.***

Dukung Kota Layak Anak, Pengusaha Bentuk APSAI

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggandeng para para pengusaha untuk mewujudkan Kota Layak Anak. Pasalnya, Pemkot Bandung sangat membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mewujudkannya.

Ajakan tersebut disambut positif para pengusaha dengan membentuk Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Kota Bandung di Hotel Horison, Kota Bandung, Senin 29 November 2021

Salah seorang pengusaha, Rustam Hutabarat mengaku mendukung program Pemkot Bandung terkait Kota Layak Anak. Sehingga ia bersama Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kota Bandung siap untuk mengumpulkan para pengusaha untuk membentuk kepengurusan APSAI Kota Bandung.

"Kami dari Kadin mendukung. Karena Kadin sendiri tidak hanya menggaungkan tentang anak, tetapi lansia, orangtua, ayah, dan ibu," ucapnya yang juga Ketua 1 Bidang Organisasi Kadin Kota Bandung.

Menurutnya, Kadin Kota Bandung juga sebelumnya telah memiliki program pada permasalahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), kekerasan terhadap anak. Kadin mengajak para pengusaha dan stakeholder lain untuk sama-sama peduli dengan hal tersebut.

"Karena, bagaimana pun juga anak-anak ini, 5-10 tahun mendatang menjadi pemimpin, generasi penerus. Ini harus dibina, tidak hanya oleh Pemerintah saja, Pengusaha juga harus membantu, terlebih bonus demografi juga sudah mulai terlihat," katanya. 

Sementara itu, Wali Kota Bandung, Oded M.Danial mengatakan Kota Layak Anak harus memiliki sistem pembangunan berbasis pemenuhan hak dan perlindungan anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan.

"Tentunya  dalam kebijakan baik kebijakan program dan kegiatan pembangunan lainnya. Oleh karena itu kata komitmen yang terintegrasi menjadi kata kuncinya," ucapnya yang juga hadir di acara tersebut.

"Ini merupakan bagian dari upaya-upaya optimal kita di dalam menghadirkan program-program yang terintegrasi satu sama lain, karena Pemerintah terbatas, Dinas juga terbatas SDM-nya, APBD juga terbatas, banyak sekali kekurangan keterbatasan kami sebagai pemerintah di daerah," lanjutnya.

Oleh karena, Oded mengungkapkan kolaborasi integrasi program itu suatu keniscayaan, termasuk menghadirkan kota layak anak.

"Pesan saya yang terpenting adalah bagaimana kita membangun kolaborasi, integrasi semua pihak, seluruh stakeholder di Kota Bandung, khususnya para pengusaha yang memiliki kepedulian terhadap anak. Saya sampaikan apresiasi, ucapan terima kasih kepada semua para pengusaha," ungkapnya

"Mari bersama sama membangun Kota Bandung, khususnya di dalam perhatian kepada anak anak kita. Saya berharap ketika ada APSAI hari ini, ke depan semua hak hak sipil kepada anak-anak itu sangat harus diperhatikan," harap Oded.

Sedangkan Kepala DP3A Kota Bandung, Rita Verita menyampaikan Kota Bandung merupakan kota yang memiliki komitmen di dalam mewujudkan kota layak anak dan bertanggung jawab dalam memenuhi hak anak, serta melindungi mereka dari kekerasan dan eksploitasi, penelantaran dan perlakuan salah lainnya.

"Kota Bandung yang memiliki visi unggul nyaman sejahtera dan agamis, siap untuk mengimplementasikan kebijakan kota layak anak sebagai salah satu program untuk mencapai visi yang telah ditetapkan di dalam merealisasikan komitmen, harapan, dan tujuan Kota Layak Anak sesuai dengan empat pilar," katanya.

Menurut Rita, potensi anak sangat penting, mereka merupakan generasi penerus masa depan bangsa, penentu kualitas sumber daya manusia yang akan menjadi pilar utama pembangunan. 
Sehingga perlu ditingkatkan kualitasnya dan mendapatkan perhatian secara sungguh-sungguh dari semua elemen masyarakat.

"Di Indonesia tentunya sudah banyak sejumlah asosiasi ataupun perusahaan yang tergabung di dalam APSAI yang memberikan perhatian serius terhadap upaya pemenuhan hak anak. APSAI berupaya mendorong dan memastikan dunia usaha menjalankan praktik bisnisnya dengan praktik-praktik yang layak anak," ucapnya.

"Yakni melalui Anugrah Pelangi, Perusahaan Layak Anak Indonesia, sehubungan dengan hal tersebut maka diperlukan pendekatan dengan mengedepankan partisipasi sektor privat di dalam hal ini dunia usaha juga berperan di dalam mewujudkan Kota Bandung sebagai Kota layak anak," lanjutnya.

Kegiatan tersebut diisi oleh pemaparan materi terkait APSAI dari Ketua APSAI Pusat, Luhur Budijarso, dan Bunda Forum Anak Kota Bandung, Siti Muntamah Oded dengan materi Penguatan Peran Dunia Usaha Dalam Mewujudkan Kota Layak Anak di Kota Bandung.

Selain itu, hadir juga Wakil Ketua TP PKK Kota Bandung, Yunimar Mulyana, dan perwakilan pengusaha di Kota Bandung serta Perangkat Daerah terkait.

HDCI Gelar Touring Berkibarlah Benderaku, Indonesian Rally 2021


DENPASAR, LiputanJabar
– Komunitas Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) mengikuti touring kegiatan Indonesian Rally 2021 yang digelar Sabtu, 27 November 2021, dengan route Nusa Dua – Denpasar Bali. Kegiatan ini diikuti ribuan Bikers.

Indonesian Rally 2021 dengan route Nusa Dua – Denpasar Bali tersebut, merupakan rangkaian dari event besar “Berkibarlah Benderaku”, yang bertujuan untuk mendukung pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif nasional, yang terpuruk akibat dampak pandemi Covid-19.


“Alhamdulilah touring yang diikuti oleh sekitar 1500an bikers moge HDCI dari 26 Pengda HDCI se-Indonesia dapat berjalan tertib dan aman,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal HDCI Pusat H. Dadan Tri Yudianto, usai sampai ditujuan touring “Berkibarlah Benderaku”, di Denpasar Bali, Sabtu, (27/11/2021).  

Menurut Dadan Tri Yudianto yang juga Pengusaha melineal ini, aman dan tertibnya touring Indonesian Rally 2021 secara otomatis mematahkan paradigma bahwa pengendara motor gede arogan saat di jalanan.

Hal ini sejalan dengan dengan visi misi HDCI, sebagaimana disampaikan Ketua Umum HDCI Irjen Pol Teddy Minahasa, SH, SIK yang menegaskan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah khususnya sektor ekonomi dan pariwisata serta turut mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.


 

Sebagai wadahnya para pengendara moge, HDCI tentunya memiliki aturan atau kode etik yang jelas dan tegas, sehingga anggotanya dipastikan lebih beretika saat dijalanan.

“Anggota HDCI sesuai slogannya no complain, no accident, now, dipastikan beretika saat dijalanan. Seandainya ada yang melanggar, sanksi tegas organisasi sudah pasti menanti,” ujar wasekjen.

Senada dengan wasekjen HDCI, Ketua Bidang Antar Lembaga HDCI Pusat, Ruddy Iskandar Nasution, SH., menyebutkan bahwa dalam mengikuti kegiatan touring, anggota HDCI sudah harus memahami dan mematuhi peraturan lalulintas dan juga aturan organisasi.

"Dengan memahami dan menerapkan aturan-aturan tersebut, kegiatan touring akan sangat terasa nyaman dan aman," katanya. 

***

Perkuat Jaringan Bisnis, Bank Bjb Kolaborasi dengan PT ASPM


BANDUNG, Liputan Jabar -- B
ank bjb menjalin kerja sama dengan PT ASputra Perkasa Makmur (PT ASPM). Kerja sama yang dijalin adalah terkait potensi pengembangan bisnis yang dapat dilakukan oleh para debitur atau nasabah bank bjb.

Kerja sama ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Divisi Kredit Ritel bank bjb dengan PT ASPM. Penandatanganan MoU dilakukan di Nara Park, Jalan Ciumbuleuit Kota Bandung, Senin 22 November 2021.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula sosialisasi referensi kemitraan bagi debitur bank bjb. Salah satu referensi model bisnis yang disosialisasikan adalah pemanfaatan fasilitas kredit dari Divisi Kredit Ritel untuk pembelian paket usaha di bidang industri peternakan dengan komoditas peternakan ayam ras.

Sosialisasi ini menyasar para calon debitur bank bjb, baik pegawai yang masih aktif, pegawai yang akan memasuki usia pensiun, maupun yang telah pensiun. Tujuannya, agar para debitur memiliki kemampuan menjalankan usaha secara mandiri dengan model bisnis yang telah disiapkan.

"Hal ini sekaligus juga merupakan upaya perusahaan dalam memperkuat sinergi bisnis dengan berbagai pihak, dan sebagai bentuk implementasi dari strategi pemasaran mengenai potensi dana debitur," ungkap Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto.

Walikota Bandung Apresiasi Buruh dan Pengusaha Terkait UMK

BANDUNG - Wali Kota Bandung, Oded M. Danial sangat mengapresiasi para buruh dan pengusaha yang telah menyepakati besaran Upah Minimum Kota (UMK) 2021.

Lewat musyawarah di Dewan Pengupahan, buruh dan pengusaha bersama Pemerintah Kota (Bandung) Bandung bisa memutuskan dengan musyawarah mufakat.

"Kenaikannya rasional. Alhamdulillah saya mengapresiasi kepada buruh yang menyampaikan aspirasinya tidak anarkis dan sangat komunikatif," kata Oded di Pendopo Kota Bandung, Jumat 26 November 2021.

Oded mengungkapkan, para buruh memang sangat berharap ada kenaikan UMK secara proporsional. Namun di sisi pengusaha, juga berharap kenaikannya tidak terlalu besar.

Hingga akhirnya diputuskan di Dewan Pengupahan yang terdiri dari buruh, pengusaha, dan Pemkot Bandung.

"Semua diselesaikan secara musyawarah dan tidak ada deadlock. Mang Oded hanya menandatangani saja. Namun dalam putusan tersebut disertakan beberapa aspirasi buruh," jelas Oded.

Oded mengungkapkan, jauh sebelum penetapan UMK 2022, ia telah beberapa kali bertemu dengan perwakilan para buruh. Dalam sejumlah kesempatan tersebut, para buruh sering menyampaikan aspirasinya.

"Buruh sering curhat ke Mang Oded. Ini sepertinya perlu dicontoh juga oleh buruh-buruh di daerah lain," kata Oded.***
 
Copyright © 2016. LiputanJabar.com | Akurat Terpercaya .
Kontak Redaksi | Designed By Bang One