Headlines News :
Home » » Sustainability Bond Tahap II Bank bjb Diserbu Investor, Permintaan Capai Rp932 Miliar

Sustainability Bond Tahap II Bank bjb Diserbu Investor, Permintaan Capai Rp932 Miliar

Written By Liputan Jabar on Jumat, 06 Maret 2026 | Jumat, Maret 06, 2026


BANDUNG, LiputanJabar
 – Bank bjb kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pembiayaan berkelanjutan melalui penerbitan Sustainability Bond Tahap II yang mendapat respons positif dari pasar. Tingginya minat investor mencerminkan kepercayaan terhadap kinerja dan prospek bisnis perseroan.

Instrumen ini memberikan peluang bagi investor untuk berinvestasi secara bertanggung jawab dengan imbal hasil yang kompetitif, sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Sustainability Bond Tahap II ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) dengan target dana sebesar Rp2 triliun. Pada tahap pertama tahun 2024 senilai Rp1 triliun, obligasi ini mencatatkan oversubscribe hingga 4,66 kali dari target awal, menandakan tingginya animo pasar.

Melanjutkan keberhasilan tersebut, pada 2026 permintaan investor terhadap Sustainability Bond bank bjb telah mencapai Rp932,4 miliar. Masa bookbuilding berlangsung pada 13 Februari hingga 2 Maret 2026, dengan dua pilihan seri yaitu Seri A tenor 3 tahun dengan kupon indikatif 5,45%–6,05% dan Seri B tenor 5 tahun dengan kupon 5,70%–6,30%.

Dari sisi kualitas kredit, obligasi ini memperoleh peringkat idAA (Double A) dari Pefindo yang mencerminkan kemampuan sangat kuat dalam memenuhi kewajiban finansial jangka panjang. Selain itu, kerangka Sustainability Bond juga mendapat penilaian “Ramah Lingkungan/Berkelanjutan” dari SDGs Hub Universitas Indonesia.

Dalam penerbitannya, bank bjb menggandeng sejumlah penjamin emisi terkemuka, antara lain PT Mandiri Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT Mega Capital Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. Obligasi ini akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.

Seluruh dana hasil penerbitan akan digunakan untuk pembiayaan baru maupun pembiayaan ulang yang masuk kategori Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) dan Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS), sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan melalui POJK Nomor 18 Tahun 2023.

Hingga Desember 2025, portofolio pembiayaan berkelanjutan bank bjb telah mencapai Rp14,3 triliun yang disalurkan ke berbagai sektor seperti pembiayaan ramah lingkungan, UMKM, serta sektor sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Selain itu, perseroan juga memperkuat komitmen keberlanjutan melalui pengelolaan emisi gas rumah kaca guna mencapai target Net Zero Emission. Upaya ini diperkuat dengan partisipasi dalam Bursa Karbon Indonesia melalui pembelian unit karbon SPE-GRK.

bank bjb juga menjadi salah satu bank fase pertama yang telah menyelesaikan Climate Risk Stress Test (CRST) sebagai langkah integrasi risiko perubahan iklim dalam manajemen risiko perusahaan.

Melalui berbagai langkah strategis tersebut, bank bjb menegaskan posisinya sebagai institusi keuangan yang konsisten mengintegrasikan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) dalam strategi bisnisnya, serta optimistis mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Sebagai informasi, bank bjb berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan.


Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016. LiputanJabar.com | Akurat Terpercaya .
Kontak Redaksi | Designed By Bang One