Menurut Hasbullah, dukungan pemerintah diperlukan agar UMKM tidak sekadar mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan, tetapi juga berkembang dan naik kelas secara berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Hasbullah bertepatan dengan peringatan Hari UMKM Nasional 2026. Legislator dari daerah pemilihan Kota Depok-Kota Bekasi itu menilai UMKM memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi kita. Namun, tantangan hari ini kian kompleks, mulai dari penetrasi pasar digital yang masif hingga akses pembiayaan yang masih belum ramah. Kebijakan pemerintah harus benar-benar hadir mendampingi mereka,” ujar Hasbullah di Bandung pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Hasbullah mengatakan, penguatan UMKM perlu dilakukan melalui sejumlah langkah strategis. Salah satunya dengan memperluas akses permodalan yang inklusif.
Ia mendorong optimalisasi skema Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta memperkuat kolaborasi dengan perbankan daerah dan lembaga keuangan syariah.
Menurutnya, kemudahan pembiayaan sangat penting, terutama bagi pelaku usaha mikro yang masih terkendala persyaratan agunan.
Selain permodalan, Hasbullah mendorong pendampingan digitalisasi UMKM dilakukan secara menyeluruh. Menurut dia, digitalisasi tidak cukup hanya dengan membantu pelaku usaha membuat akun di marketplace.
Pelaku UMKM juga perlu mendapatkan pendampingan mengenai literasi keuangan digital, pengemasan produk, strategi pemasaran, hingga pengembangan pasar secara berkelanjutan.
“Digitalisasi harus dibarengi peningkatan kapasitas pelaku usaha. Jangan hanya berhenti pada pembuatan akun marketplace, tetapi harus sampai pada bagaimana produk bisa dipasarkan dan bersaing,” katanya.
Hasbullah juga mendorong percepatan legalitas dan perlindungan produk UMKM. Pemerintah, kata dia, perlu mempermudah pelaku usaha memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, serta perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Ia menilai legalitas dan standardisasi produk menjadi bagian penting untuk memperluas akses pasar UMKM, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Di sisi lain, Hasbullah mengapresiasi daya juang pelaku UMKM Jawa Barat yang terus berinovasi dengan memanfaatkan potensi lokal, khususnya pada sektor kuliner, kriya, dan fesyen.
Menurutnya, penguatan UMKM membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan komunitas UMKM. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk membangun ekosistem usaha yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Hasbullah juga mengajak masyarakat meningkatkan kecintaan terhadap produk lokal dengan membiasakan membeli dan menggunakan produk UMKM dalam negeri.
“Ketika UMKM kita berdaya dan mandiri, secara otomatis kesejahteraan masyarakat luas akan terangkat,” pungkasnya.


Posting Komentar