Headlines News :
Home » » Siskamling Siaga Bencana di Cipadung Wetan, Farhan Respons Aspirasi Warga soal Drainase

Siskamling Siaga Bencana di Cipadung Wetan, Farhan Respons Aspirasi Warga soal Drainase

Written By Liputan Jabar on Selasa, 27 Oktober 2026 | Selasa, Oktober 27, 2026


BANDUNG, LiputanJabar —
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menindaklanjuti sejumlah aspirasi masyarakat saat kegiatan Siskamling Siaga Bencana di Kelurahan Cipadung Wetan, Kecamatan Panyileukan, Selasa, 27 Oktober 2026. Persoalan genangan air, penerangan jalan umum (PJU), hingga administrasi prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) menjadi sejumlah isu yang dibahas bersama warga.

Dalam dialog tersebut, warga menyampaikan beberapa titik rawan genangan yang membutuhkan penanganan segera. Salah satunya berada di Jalan Gempol, RT 03 RW 06. Genangan di kawasan tersebut diduga berkaitan dengan saluran drainase yang belum berfungsi optimal sehingga air kerap meluap dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Menanggapi laporan tersebut, Farhan meminta perangkat daerah terkait segera melakukan survei lapangan untuk memastikan penyebab genangan sekaligus mengevaluasi pekerjaan drainase yang sebelumnya telah dilakukan.

“Coba disurvei hari ini. Kalau memang sudah pernah dikerjakan baru separuh jalan, kita lihat lagi bagaimana tindak lanjutnya,” ujar Farhan.

Selain Jalan Gempol, warga juga melaporkan persoalan genangan di kawasan Patra Asri dan Jalan Soekarno-Hatta. Berdasarkan keterangan warga, ketinggian air di sejumlah titik bahkan dapat mencapai lutut orang dewasa dan bertahan lebih dari lima jam hingga malam hari.

Farhan meminta kondisi di lokasi tersebut diperiksa secara menyeluruh. Evaluasi diperlukan untuk mengidentifikasi berbagai faktor penyebab genangan, mulai dari kapasitas saluran drainase, kelancaran aliran air, hingga kondisi lingkungan di sekitarnya.

Menurutnya, penanganan harus didasarkan pada hasil pemeriksaan lapangan agar solusi yang diberikan sesuai dengan persoalan yang terjadi.

Persoalan infrastruktur lainnya yang disampaikan warga adalah minimnya penerangan jalan di Jalan Gempol. Dari tujuh tiang lampu yang tersedia, warga menyebut hanya satu lampu yang masih berfungsi.

Kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan sekaligus berpotensi mengurangi keamanan masyarakat saat beraktivitas pada malam hari.

Farhan menargetkan perbaikan PJU di lokasi tersebut dapat diselesaikan dalam pekan ini. Ia bahkan berencana kembali mengunjungi kawasan tersebut pada Jumat untuk memastikan tindak lanjut perbaikan telah berjalan.

“Kalau untuk PJU sudah pasti minggu ini selesai. Jadi hari Jumat kita datang ke sini, kita sudah lihat hasilnya,” kata Farhan.

Dalam kesempatan yang sama, warga juga menyampaikan persoalan administrasi penyerahan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) di Kompleks Patra Asri.

Farhan meminta perangkat daerah terkait menindaklanjuti proses verifikasi dan penyelesaian administrasi, termasuk memeriksa kesesuaian site plan serta fasilitas yang menjadi bagian dari kawasan permukiman tersebut.

Di bidang pendidikan, warga turut menyampaikan kendala akses terhadap sekolah negeri tingkat SMP dan SMA. Jarak sekolah serta penerapan sistem zonasi menjadi perhatian masyarakat yang berharap memperoleh akses pendidikan lebih dekat dengan tempat tinggal.

Di luar persoalan infrastruktur, Farhan juga mengapresiasi inisiatif masyarakat Cipadung Wetan dalam mengembangkan pengelolaan sampah berbasis lingkungan.

Sejumlah upaya yang telah dilakukan warga antara lain pemilahan sampah, budidaya maggot, serta pengembangan bank sampah. Edukasi mengenai pemilahan sampah juga terus dilakukan melalui kolaborasi berbagai unsur masyarakat, termasuk kegiatan kewilayahan dan mahasiswa yang melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN).

Farhan menilai keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya. Pemilahan sampah organik dan anorganik perlu terus dibiasakan agar pengelolaan sampah di tingkat lingkungan dapat berjalan lebih efektif.

Melalui kegiatan Siskamling Siaga Bencana, Pemkot Bandung berupaya memperkuat komunikasi langsung dengan masyarakat sekaligus mengidentifikasi berbagai persoalan di tingkat kewilayahan.

Aspirasi yang disampaikan warga selanjutnya menjadi bahan koordinasi bagi perangkat daerah terkait agar kebutuhan lingkungan dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan prioritas penanganan.

Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016. LiputanJabar.com | Akurat Terpercaya .
Kontak Redaksi | Designed By Bang One