Headlines News :
Home » , » Sinergi Pembiayaan dan Pemberdayaan, bank bjb Perkuat Ekosistem Perumahan Jawa Barat

Sinergi Pembiayaan dan Pemberdayaan, bank bjb Perkuat Ekosistem Perumahan Jawa Barat

Written By Liputan Jabar on Jumat, 23 Januari 2026 | Jumat, Januari 23, 2026


BANDUNG
, LiputanJabar - Bank bjb terus memperkuat dukungannya dalam memperluas akses pembiayaan ke sektor perumahan melalui penyelenggaraan Forum Bisnis Perumahan Bersama bank bjb bertajuk “Rumah Nyaman Usaha Berkembang” yang digelar pada Kamis, 22 Januari 2026, di Bale Gede Pakuan, Kota Bandung. 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis bank bjb dalam mendukung pemerataan akses kepemilikan rumah sekaligus mendorong pertumbuhan usaha masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Jawa Barat dan sekitarnya.

Forum ini diselenggarakan oleh bank bjb dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan di sektor perumahan, perbankan, pemerintahan, serta asosiasi pengembang, guna membangun ekosistem pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, bank bjb menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung program nasional perumahan, termasuk Program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera), sebagai instrumen penting dalam memperluas akses pembiayaan rumah yang layak dan terjangkau.


Forum Bisnis Perumahan ini dihadiri oleh berbagai stakeholder pusat dan daerah antara lain Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Badan Pusat Statistik, serta berbagai instansi strategis lainnya yang memiliki peran dalam pembangunan perumahan nasional, jajaran manajemen bank bjb, pimpinan asosiasi pengembang, serta sebanyak 195 pelaku UKM dari berbagai sektor usaha. 

Menteri PKP Maruarar Sirait yang turut hadir mendukung penyelenggaraan menegaskan bahwa KPP tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pembiayaan perumahan, tetapi juga dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta memperkuat peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar dapat naik kelas.

“Kredit Program Perumahan bukan hanya soal rumah. Program ini kami dorong untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kapasitas UMKM mulai dari sektor konstruksi, bahan bangunan, hingga jasa pendukung agar dapat tumbuh dan naik kelas,” ujar Maruarar.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri PKP juga menyampaikan apresiasi kepada bank bjb atas komitmennya dalam mendukung pembiayaan perumahan melalui KPP. Pada kegiatan ini, bank bjb berhasil mencatatkan capaian penyaluran KPP yang signifikan.

“Saya mengapresiasi bank bjb karena pada hari ini berhasil memecahkan rekor realisasi Kredit Program Perumahan (KPP) terbanyak dalam satu acara, dengan total pipeline mencapai Rp70,8 miliar dengan total 109 debitur. Ini menunjukkan komitmen nyata perbankan daerah dalam mendukung program perumahan nasional sekaligus penguatan ekonomi masyarakat,” tegas Maruarar.

Pihak bank bjb menyatakan komitmennya untuk terus mendukung program perumahan pemerintah melalui perluasan pembiayaan KPP, peningkatan layanan kepada masyarakat, serta kerja sama yang lebih erat dengan pengembang dan pemerintah daerah.

Forum ini dirancang sebagai wadah dialog, edukasi, dan kolaborasi antara lembaga keuangan, pengembang, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun sektor perumahan yang sehat dan produktif. Dalam rangkaian kegiatan, peserta mendapatkan kesempatan untuk berkonsultasi langsung di meja dealing, memperoleh informasi produk, serta mengakses layanan keuangan yang disediakan oleh bank bjb.

Salah satu fokus utama forum ini adalah sosialisasi Program Tapera yang disampaikan oleh Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, yang memaparkan peran dana jangka panjang dalam mendukung pembiayaan perumahan rakyat. Program Tapera diposisikan sebagai solusi strategis untuk menghimpun dana murah yang digunakan secara khusus bagi pembiayaan perumahan, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2016 dan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2024.

Selain itu, bank bjb memberikan edukasi terkait pentingnya Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK sebagai instrumen utama dalam menilai kelayakan kredit dan menjaga kesehatan finansial masyarakat.

Materi mengenai SLIK disampaikan oleh perwakilan bank bjb, Apsoro, yang menjelaskan fungsi SLIK dalam membangun transparansi data, meminimalkan risiko kredit, serta memperluas peluang pembiayaan. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kolektibilitas kredit, memantau riwayat pembayaran, serta melakukan koreksi data apabila ditemukan ketidaksesuaian dalam sistem informasi keuangan.  

Menjaga skor SLIK baik berarti  mempermudah pengajuan pinjaman di masa depan, sedangkan bagi lembaga keuangan, SLIK  menjadi alat vital untuk membuat keputusan yang lebih optimal dan efisien.  Melalui literasi keuangan ini, bank bjb mendorong masyarakat untuk menjadi debitur yang bertanggung jawab dan siap mengakses pembiayaan secara berkelanjutan. 

Forum ini juga menghadirkan testimoni dari debitur bank bjb, Bintang, yang menyampaikan pengalaman positif dalam memperoleh akses kredit, pemanfaatan agunan sertifikat rumah, serta dukungan perbankan terhadap pengembangan usaha. bank bjb dinilai sebagai mitra strategis dalam membangun ekonomi lokal, memberikan pembiayaan yang tepat sasaran, dan berkontribusi pada pertumbuhan sektor riil.  

Selain itu, Bintang juga menilai bahwa  debitur UMKM banyak terbantu oleh bank bjb dalam memberikan kesempatan dan modal yang sangat dibutuhkan untuk mengembangkan bisnis, sehingga bisa bersaing dan "unjuk gigi" di era digital. Testimoni tersebut menggambarkan peran bank bjb sebagai mitra strategis UMKM dalam memperkuat daya saing, memperluas pasar, dan meningkatkan kapasitas produksi di era ekonomi digital.

Sebagai bagian dari dukungan dalam pembiayaan produktif, pada kesempatan yang sama, bank bjb menyalurkan fasilitas kredit kepada PT Helmindo Pratama Indonesia dengan total plafon mencapai Rp19,3 miliar untuk modal kerja distributor helm, serta tambahan fasilitas Rp2 miliar untuk unit produksi. Pembiayaan tersebut memiliki tenor fleksibel antara 12 hingga 48 bulan dan diarahkan untuk memperkuat rantai pasok industri perlengkapan keselamatan di Indonesia.

Kontribusi bank bjb dalam kegiatan ini juga diwujudkan melalui pembukaan booth layanan informasi, pengisian talkshow kegiatan KPP, serta pembentukan pipeline pembiayaan sebanyak 109 nasabah dengan total plafon Rp70,88 miliar. Capaian tersebut mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap produk pembiayaan bank bjb serta kepercayaan terhadap layanan yang diberikan.

Dalam rangkaian acara, bank bjb juga menyelenggarakan seremoni penandatanganan perjanjian kredit bersama debitur Cabang Majalaya, Revalina Fauziah, pelaku usaha garment dengan plafon Rp500 juta. Selain itu, testimoni debitur dari Cabang Suci, PT Bumitama, turut mewarnai acara sebagai representasi pelaku usaha pengembang yang memperoleh fasilitas KPP Supply sebesar Rp5 miliar.

Melalui forum ini, bank bjb tidak hanya memfasilitasi pembiayaan perumahan dan usaha, tetapi juga membangun jejaring kolaboratif antara pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha. Dengan mengusung semangat “Rumah Nyaman Usaha Berkembang”, bank bjb optimistis dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mempermudah akses perumahan, memperkuat sektor riil, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. ***

Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016. LiputanJabar.com | Akurat Terpercaya .
Kontak Redaksi | Designed By Bang One