Headlines News :
Home » » Pemkot Bandung Komitmen Tambah RTH

Pemkot Bandung Komitmen Tambah RTH

Written By Liputan Jabar on Selasa, 29 November 2016 | Selasa, November 29, 2016

Seluruh pemakaman di Kota Bandung tidak boleh lagi menggunakan semen dan beton. Khusus pemakaman umum yang dikelola oleh Pemerintah Kota Bandung permukaannya harus menggunakan rumput.

Sekretaris Dinas Pemakaman dan Pertamanan (Diskamtam) Kota Bandung, Dadang Iradi mengatakan pihaknya sedang melakukan rumputisasi 13 titik pemakaman umum.

"Kita sedang punya program rumputisasi. Nggak boleh lagi ada makam yang ditembok dan dibeton. Nanti cuma pakai rumput dan nisan ukuran 20x30 cm," jelas Dadang dalam Bandung Menjawab di Media Lounge Balai Kota Bandung, Selasa (29/11/2016).

Makam ini, dikatakan Dadang, termasuk lingkup luasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Bandung. Tahun ini, RTH Kota Bandung berpotensi sebesar 12,30%. Sedangkan tahun 2015 RTH Kota Bandung berada di angka 12,15%.

"Ini merupakan komitmen pemerintah Kota Bandung untuk terus menambah ruang terbuka hijau kita," imbuh Dadang. 

Selain di pemakaman, pengelolaan RTH oleh Diskamtam Kota Bandung juga dilakukan terhadap pohon-pohon yang ada di seluruh wilayah kota. Tercatat setidaknya ada 300.000 pohon di Kota Bandung, dan 10% diantaranya adalah pohon-pohon yang perlu perhatian khusus yang letaknya di wilayah Bandung tua, seperti di Cipaganti, Cihampelas, dan Dago.

"Pohon yang mati kita tebang, yang terlalu tinggi kita potong (dahannya)," ujar Dadang.

Diskamtam Kota Bandung telah menetapkan standar tinggi pohon yakni tidak lebih dari 10-12 meter. Lebih dari itu, Diskamtam akan memotong dahannya karena berpotensi membahayakan.

"Kita tidak butuh tingginya, tapi rindangnya," katanya.

Selama ini, pihaknya juga sering melakukan pengecekan terhadap kesehatan pohon. Kepala Bidang Pertamanan, Iwan Sugiono mengungkapkan, pihaknya sering menemukan pohon yang batang dan daunnya sehat tetapi akarnya busuk.

"Itu biasanya pohon yang ada di sekitar pedagang-pedagang. Mereka sering membuang air sisa makanan seperti bakso ke pohon. Itu kan mengandung asam atau lainnya yang mengakibatkan proses kimiawi yang tidak sehat terhadap pohon. Makanya banyak akar yang keropos dan membahayakan," terang Iwan.

Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016. LiputanJabar.com | Akurat Terpercaya .
Kontak Redaksi | Designed By Bang One