BANDUNG, LiputanJabar - Pimpinan DPRD Kota Bandung, Dr. H. Edwin Senjaya, S.E., M.M., mendorong optimalisasi peran dan fungsi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Bandung Kidul agar semakin aktif berkontribusi dalam pembinaan umat serta menjaga kondusivitas kehidupan sosial masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Edwin Senjaya, yang akrab disapa Kang Edwin Senjaya, saat menghadiri kegiatan silaturahmi sekaligus penyerahan simbolis bantuan seragam kepada jajaran pengurus MUI Kecamatan Bandung Kidul di Masjid Baitul Ma’mur, Jumat, 6 Maret 2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua MUI Kecamatan Bandung Kidul, Ust. H. Iyan Sopyan beserta jajaran pengurus, serta Ketua DKM Masjid Baitul Ma’mur, Ust. Ihan Roihan.
Dalam kesempatan tersebut, Kang Edwin Senjaya menegaskan bahwa MUI memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dan masyarakat dalam membangun kehidupan sosial yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan, etika, serta norma yang hidup di tengah masyarakat.
Menurutnya, keberadaan MUI di tingkat kecamatan sangat penting karena bersentuhan langsung dengan masyarakat dan memiliki peran dalam memberikan bimbingan serta pencerahan keagamaan.
“MUI di tingkat kecamatan memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam memberikan bimbingan keagamaan kepada masyarakat. Karena itu, penguatan kelembagaan serta sinergi dengan berbagai pihak perlu terus ditingkatkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, optimalisasi peran MUI tidak hanya terbatas pada pembinaan keagamaan, tetapi juga dapat berkontribusi dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial yang muncul di tengah masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi antara MUI, pemerintah daerah, serta berbagai elemen masyarakat menjadi kunci dalam membangun lingkungan yang harmonis dan kondusif, khususnya di wilayah Kecamatan Bandung Kidul.
Dengan penguatan peran tersebut, diharapkan keberadaan MUI di tingkat kecamatan dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat serta mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Kota Bandung.
“Kami berharap MUI dapat terus menjadi pengayom umat, memberikan pencerahan keagamaan yang menyejukkan, serta turut berperan dalam menjaga persatuan dan keharmonisan di tengah masyarakat,” kata Kang Edwin Senjaya.
Melalui sinergi antara tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan nilai-nilai religius, kebersamaan, dan toleransi dapat terus terjaga dalam kehidupan masyarakat Kota Bandung.
ADV


Posting Komentar