Headlines News :
Home » » Menaker Ajak Serikat Pekerja Tingkatkan Kompetensi Hadapi Transformasi Kerja

Menaker Ajak Serikat Pekerja Tingkatkan Kompetensi Hadapi Transformasi Kerja

Written By Liputan Jabar on Sabtu, 25 April 2026 | Sabtu, April 25, 2026

JAKARTA — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengajak serikat pekerja/serikat buruh (SP/SB) untuk tidak hanya berfokus pada advokasi, tetapi juga berperan aktif dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja.

Ajakan itu disampaikan saat membuka Kongres ke-VII Serikat Buruh Sejahtera Indonesia di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Yassierli menilai, transformasi dunia kerja berlangsung sangat cepat akibat dinamika global, percepatan digitalisasi, serta perkembangan Artificial Intelligence yang mengubah kebutuhan keterampilan di berbagai sektor industri.

“Pekerja Indonesia harus memiliki daya saing dan kompetensi yang kuat. Serikat pekerja juga memiliki peran penting untuk menyiapkan anggotanya menghadapi transformasi dunia kerja yang sangat cepat,” ujar Yassierli.

Ia menegaskan, peningkatan kesejahteraan pekerja harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Dalam hal ini, serikat pekerja dinilai dapat menjadi jembatan antara kebutuhan industri dan pengembangan kapasitas tenaga kerja.

Kementerian Ketenagakerjaan, lanjutnya, membuka ruang kolaborasi dengan SP/SB untuk menghadirkan program pelatihan berbasis kebutuhan industri. Program tersebut mencakup peningkatan keterampilan teknis dan nonteknis, sertifikasi kompetensi, edukasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta penguatan produktivitas.

“Silakan sampaikan kebutuhan pelatihan yang diperlukan. Pemerintah siap memfasilitasi agar pekerja memiliki nilai tambah dan posisi tawar yang semakin baik,” katanya.

Selain peningkatan kompetensi, pemerintah juga berkomitmen memperkuat perlindungan pekerja, antara lain melalui optimalisasi program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) serta perluasan perlindungan bagi pekerja platform digital, seperti pengemudi dan kurir daring.

Yassierli juga mendorong serikat pekerja untuk aktif memberikan masukan terhadap regulasi ketenagakerjaan yang tengah dibahas. Menurutnya, hubungan industrial yang sehat hanya dapat terwujud melalui dialog konstruktif antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja.

“Semangat kita sama, yaitu memajukan industri sekaligus menyejahterakan pekerja,” tuturnya.

Uploaded Image
Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016. LiputanJabar.com | Akurat Terpercaya .
Kontak Redaksi | Designed By Bang One