Headlines News :
Home » » Manfaat Mini Lab Food Security

Manfaat Mini Lab Food Security

Written By Liputan Jabar on Selasa, 11 April 2017 | Selasa, April 11, 2017

BANDUNG, LipJab - Saat ini keamanan pangan adalah hal yang sangat penting untuk dijaga dan diketahui. Selain itu pangan pun penting untuk dilakukan pengawasan maupun pemeriksaan. Hal tersebut dilakukan karena di pasaran bahan pangan yang siap diedarkan banyak yang dipalsukan atau ditambahkan dengan zat kimia yang berbahaya. 


Untuk menjaga keamanan masyarakat kota Bandung, kita melakukan pengujian dan pemeriksaan pangan segar yang di jual atau di edarkan di pasar tradisional maupun pasar modern dan distributor/agen. Maka dengan itu Dinas Peternakan dan Pangan Kota Bandung memiliki inovasi bernama Mini Lab Security. 


Hal tersebut dikemukakan oleh Kepala Seksi Keamanan Pangan Hasil Peternakan, Dinas Pangan Dan Pertanian Kota Bandung Ermariah, pada kegiatan Bandung  Menjawab, di Ruang Media Balai Kota Bandung, Selasa (11/4/2017). 


Lanjutnya, Mini Lab Security merupakan inovasi untuk memberikan keamanan dan kenyamanan konsumen mengkonsumsi bahan pangan segar. 


Adapun Perwal nomor 1151 tahun 2016 tentang pemeriksaan pangan pada mini lab food security di pasar modern dan pasar tradisional. 


Di mini lab merupakan tempat pemeriksaan percobaan dan pelatihan dengan mempergunakan peralatan dan bahan kimia untuk menguji keamanan pangan segar seperti daging, susu, telur, beras, ikan, sayuran dan buah-buahan dengan skala kecil dan pemeriksaan yang sederhana dan cepat. 


"Jadi tidak berfikir lab yang besar dengan macam macam pemeriksaan, tapi hanya diperiksa dengan uji cepat. Repites, jadi diharapkan ada pemisahan atau bisa dibilang screaningtes. Screaningtes itu pemisahan yang positif dan negatif, mana yang mengandung bahan kimia dan mana yang tidak,"ujarnya.


Ditambahkan Ermariah, pada tahun 2016 program ini sudah mulai diluncurkan dan sudah tersedia ada 6 mini lab food security yang ada di 6 pasar modern. Antara lain di Yogya group, Hypermart, Superindo dago, Setiabudi supermarket, Carrefour PVJ, di Lottemart Soekarno Hatta dan Giant Pasteur Hyperpoint. 


Tambahnya, pada tahun ini juga akan dilakukan penyediaan dua mini lab di pasar modern yaitu di Borma Setiabudi dan Hypermart MTC. Selain itu kami akan menyediakan mini lab di 33 pasar tradisional di kota Bandung. 


"Untuk tahun ini dua pasar modern sudah dilakukan penandatanganan nota kesepakatan. Untuk pasar modern ini pengadaan mulai dari peralatan dan bahan kimianya disediakan oleh pihak pasar modern itu sendiri. Sedangkan untuk pasar tradisional yang berjumlah 33 itu, akan disediakan oleh pihak Pemkot Bandung khususnya dinas Pangan dan pertanian melalui anggaran APBD,"jelasnya. 


Ditambahkan Ermariah, Dinas Pangan dan Pertanian akan melaksanakan pelatihan serta sosialisasi untuk para petugas pasar tradisional. Dihadiri oleh setiap petugas di 33 pasar tradisional. 


"Untuk petugas di pasar tradisional itu diambil dari PD Pasar Kota Bandung, hanya satu untuk sementara, mungkin akhir tahun kita akan mengadakan lagi pelatihan. Minimal dua orang pada satu pasar,"tuturnya. 


Ermariah berharap mini lab ini bisa diketahui oleh seluruh masyarakat, sehingga dari segi kebersihan dan keamanan untuk mengkonsumsi bisa diketahui. 

Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016. LiputanJabar.com | Akurat Terpercaya .
Kontak Redaksi | Designed By Bang One